Banjir Brebes Picu Kemacetan Arus Balik


Seputar Indonesia Timur — 
Perjalanan arus balik dari Purwokerto menuju Jakarta sempat mengalami hambatan akibat banjir yang merendam jalur utama di wilayah Brebes, Jawa Tengah. Genangan air menutup akses jalan nasional sehingga lalu lintas kendaraan terganggu pada Rabu (25/3) malam.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Artanto, kondisi tersebut membuat arus kendaraan tertahan hingga Kamis (26/3) dini hari.

Banjir menggenangi ruas Jalan Jenderal Sudirman di Kecamatan Ketanggungan, yang merupakan jalur penghubung penting antara Pejagan, Prupuk, hingga Purwokerto.

Akibatnya, akses di jalur nasional tersebut sempat ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan. Penutupan ini berdampak langsung pada kendaraan yang melintas dari arah selatan menuju Jakarta.

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Brebes sejak Rabu sore hingga malam hari. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air meningkat dan meluap dari Sungai Babakan.

Selain itu, sistem drainase yang tidak mampu menampung air turut memperparah kondisi hingga menyebabkan genangan meluas ke permukiman dan jalan utama.

Untuk mengurai kemacetan, aparat kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari arah Purwokerto dialihkan menuju jalur alternatif melalui Tol Tegal.

Selain itu, pengendara juga diarahkan melewati rute Songgom – Jatibarang – Brebes Kota sebagai jalur pengganti.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap berjalan meski jalur utama tidak bisa dilalui.

Kondisi Berangsur Normal Pagi Hari

Memasuki Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB, kondisi banjir mulai surut. Genangan air di ruas jalan nasional pun berangsur menghilang sehingga kendaraan kembali bisa melintas.

Pihak kepolisian memastikan arus lalu lintas kini sudah kembali normal setelah sebelumnya sempat tersendat.

Selain mengganggu arus lalu lintas, banjir juga berdampak pada permukiman warga. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan sedikitnya 568 rumah terdampak di sejumlah desa di Kabupaten Brebes.

Wilayah yang terdampak antara lain Desa Karangmalang, Ketanggungan, Cikeusal Lor, Padasugihan, Dukuhturi, dan Buara.

Sebanyak 34 warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk rumah warga dan fasilitas kesehatan setempat.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 20 hingga 100 cm di beberapa titik. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga merusak infrastruktur.

Salah satu jembatan dilaporkan mengalami penurunan struktur, sehingga akses menuju Desa Buara sempat terputus.

Selain itu, kerugian material juga tercatat, termasuk 13 ekor kambing milik warga yang hanyut terbawa arus banjir.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di musim hujan.

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan terus memantau kondisi sungai serta sistem drainase guna mencegah kejadian serupa terulang.