
Seputar Indonesia Timur — Sorotan terhadap proyek pembukaan lahan di Papua kembali mencuat setelah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Yorrys Raweyai menyinggung dampak besar eksploitasi alam yang terjadi di wilayah tersebut.
Ia menilai praktik eksploitasi sumber daya alam di Papua sebenarnya sudah berlangsung sejak lama dan bukan persoalan baru.
“Eksploitasi di Papua itu bukan baru. Itu dari dulu ya, kita mesti tahu juga,” kata Yorrys di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026).
Meski demikian, Yorrys menyebut kondisi yang paling mengkhawatirkan saat ini berkaitan dengan proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, Papua Selatan. Ia menyoroti pembukaan lahan berskala besar yang disebut mencapai 2,5 juta hektar dan dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius.
Menurut dia, pemerintah tidak bisa memandang kawasan tersebut sebagai wilayah kosong tanpa mempertimbangkan dampak ekologis dan sosial bagi masyarakat setempat.
“Anda tahu bahwa Merauke itu, atau Provinsi Papua Selatan itu, penduduknya kurang daripada satu juta kan. Itu dibongkar hutan itu 2,5 juta hektar,” ujarnya.
Soroti Penebangan Hutan di Merauke
Yorrys mengaku sempat mempertanyakan langsung proyek pembukaan lahan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Ia mempertanyakan keberadaan hasil penebangan kayu dari kawasan hutan yang dibuka untuk pengembangan padi dan tebu dalam proyek PSN itu.
Menurutnya, pembukaan lahan dalam skala besar pasti melibatkan penebangan pohon dalam jumlah masif sehingga perlu ada kejelasan terkait pengelolaan hasil hutan tersebut.
“Kalau itu dibuka untuk padi dan tebu, pertanyaannya hutan itu dihabisin ke mana gitu? Kan pasti ada pemotongan hutan kan? Pembukaan lahan. Nah, sekarang ini ke mana itu kayu-kayu? Kan ini bukan tandus, ini bukan di Timur Tengah kan,” katanya.
Ia menilai pembabatan hutan secara besar-besaran dapat mengganggu keseimbangan lingkungan sekaligus berdampak terhadap kehidupan masyarakat adat dan warga di Papua Selatan.
Minta Isu Kerusakan Hutan Terus Disuarakan
Tak hanya menyoroti proyek di Papua, Yorrys juga meminta berbagai pihak untuk terus mengawal isu kerusakan hutan di Indonesia. Ia menegaskan perhatian terhadap dampak lingkungan tidak boleh berhenti hanya pada satu wilayah saja.
Menurutnya, proyek-proyek strategis nasional tetap perlu diawasi agar tidak mengorbankan kelestarian alam dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan proyek.
Yorrys berharap persoalan pembukaan hutan dalam skala besar bisa menjadi perhatian serius pemerintah sehingga pembangunan tetap berjalan tanpa merusak lingkungan secara permanen.