
Seputar Indonesia Timur — Keluhan soal lonjakan tagihan listrik ramai bermunculan di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah pelanggan mengaku bahwa tagihan listrik periode Juni 2026 mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan, ada yang mengatakan jika jumlahnya meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding bulan sebelumnya.
Berbagai unggahan warganet memperlihatkan besaran tagihan yang melonjak tanpa mereka sadari adanya perubahan besar dalam penggunaan listrik sehari-hari. Kondisi ini memicu pertanyaan dari masyarakat mengenai kemungkinan adanya kenaikan tarif listrik atau faktor lain yang memengaruhi tagihan bulanan.
Salah satu pengguna media sosial mengaku tagihan listrik rumahnya yang biasanya berada di kisaran Rp2,2 juta tiba-tiba naik menjadi sekitar Rp3,3 juta. Keluhan serupa juga disampaikan pelanggan lain yang menyebut tagihan bulanannya melonjak dari kisaran Rp700 ribu hingga Rp900 ribu menjadi hampir Rp2 juta.
Tidak sedikit pelanggan yang merasa kebingungan karena mengaku aktivitas penggunaan listrik justru tidak meningkat. Beberapa bahkan menyebut penggunaan alat elektronik di rumah berkurang, namun tagihan tetap mengalami lonjakan cukup besar.
Ramainya keluhan tersebut membuat banyak pengguna media sosial mempertanyakan penyebab kenaikan tagihan listrik yang terjadi secara bersamaan di berbagai daerah. Sebagian menduga ada perubahan sistem pencatatan, sementara lainnya mempertanyakan apakah terjadi kenaikan tarif listrik secara diam-diam.
PLN Pastikan Tarif Listrik Tidak Naik
Menanggapi berbagai keluhan yang beredar, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa tarif listrik tidak mengalami perubahan pada periode April hingga Juni 2026.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa perusahaan tetap menjalankan kebijakan tarif sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurut Gregorius, tarif listrik untuk seluruh golongan pelanggan pada periode tersebut masih sama dengan periode sebelumnya sehingga kenaikan tagihan tidak disebabkan oleh perubahan tarif dasar listrik.
Faktor yang Bisa Membuat Tagihan Membengkak
PLN menjelaskan peningkatan tagihan listrik ini bisa dipengaruhi oleh perubahan pola konsumsi energi di rumah tangga maupun tempat usaha.
Salah satu faktor yang disebut berpengaruh adalah kondisi cuaca yang lebih panas. Ketika suhu udara meningkat, penggunaan perangkat pendingin seperti AC, kipas angin, hingga kulkas biasanya ikut bertambah sehingga konsumsi listrik menjadi lebih tinggi.
Tak hanya itu, meningkatnya aktivitas di rumah juga dapat memengaruhi jumlah energi yang digunakan. Penggunaan alat elektronik seperti mesin cuci, setrika, dispenser, televisi, hingga perangkat pengisian daya yang lebih sering dapat berdampak langsung terhadap tagihan bulanan.
Untuk memastikan penyebab kenaikan tagihan, PLN mengimbau pelanggan melakukan pengecekan riwayat penggunaan listrik melalui aplikasi PLN Mobile.
Lewat aplikasi tersebut, pelanggan pascabayar dapat melihat data konsumsi listrik setiap bulan. Sementara pelanggan prabayar bisa memantau riwayat pembelian token untuk membandingkan penggunaan listrik dari waktu ke waktu.
PLN juga menyarankan pelanggan melakukan pengecekan instalasi listrik secara berkala serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi lebih efisien.
Pelanggan Bisa Ajukan Pemeriksaan
Apabila masih merasa ada kejanggalan pada tagihan listrik, PLN membuka layanan pengecekan lebih lanjut bagi pelanggan. Masyarakat dapat menghubungi kanal layanan resmi PLN dan menyampaikan nomor ID pelanggan untuk dilakukan analisis penggunaan listrik secara lebih rinci.
Perusahaan menegaskan siap membantu pelanggan yang ingin mengetahui penyebab lonjakan tagihan serta memastikan pencatatan penggunaan listrik berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.