Pencarian Korban KM Nurul Salsa Diperluas Hingga Perairan NTB


Seputar Indonesia Timur — 
Operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa masih terus berlangsung. Hingga memasuki hari kelima, sebanyak 18 penumpang dilaporkan belum ditemukan sehingga tim SAR gabungan memperluas area penyisiran di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan jumlah korban yang masih hilang tersebut berdasarkan laporan keluarga yang diterima Posko SAR.

Ia menjelaskan, KM Nurul Salsa mengangkut total 78 orang saat mengalami kecelakaan pada Rabu (15/7). Dari jumlah tersebut, 59 penumpang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, sementara 18 lainnya masih dalam pencarian.

Penyisiran Diperluas hingga Arah NTB

Untuk mempercepat proses pencarian, Basarnas mengerahkan berbagai armada laut dan udara. Operasi ini didukung KN SAR Kamajaya, KN SAR Puntadewa 250, KN SAR Pacitan 102, KRI Marlin 877, KRI Hiu 634, pesawat Boeing B737-200, serta bantuan kapal nelayan dan unsur SAR lainnya.

Hasil analisis Search and Rescue Marine Prediction (SARMAP) menunjukkan korban diduga terbawa arus ke arah barat daya menuju wilayah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena itu, Basarnas juga menyiagakan tim SAR Mataram dan Denpasar untuk membantu proses pencarian apabila korban ditemukan di wilayah tersebut.

Yudhi menambahkan, cakupan operasi kini diperluas menjadi lima sektor pencarian. Sebelumnya tim hanya membagi area menjadi empat sektor, namun kini luas penyisiran mencapai sekitar 1.980 nautical mile persegi.

Tujuh Korban Selamat Ditemukan Nelayan

Di tengah upaya pencarian, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban selamat yang sebelumnya ditemukan oleh kapal nelayan.

Lima korban berhasil dievakuasi pada hari keempat operasi, sedangkan dua korban lainnya ditemukan pada hari kelima. Seluruh korban kemudian dibawa ke lokasi aman untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Basarnas menegaskan pencarian terhadap 18 korban yang belum ditemukan akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh personel dan armada yang tersedia. Koordinasi dengan berbagai instansi juga terus dilakukan agar proses pencarian berjalan efektif dan seluruh korban dapat segera ditemukan.