4 Orang Tewas Karena Cuaca Ekstrem di Lanny Jaya Papua

BREAKING NEWS: 4 Warga Meninggal Kelaparan di Kuyuwage Lanny Jaya, 548 Orang  Terdampak Cuaca Ekstrem - Tribun-papua.com

Seputar Indonesia Timur – Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura, Papua, memberikan himbauan pada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti embun beku, hujan es, serta angin kencang.

Seperti dilansir dari Antara, Rabu (3/8/2022), Hendro Nugroho selaku Kepala Balai Besar Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura mengatakan, diperlukan lumbung untuk menyimpan makanan supaya saat kemarau masyarakat tidak mengalami kelaparan. Dia berkata, BMKG baru menerima laporan terjadinya embun beku di Kabupaten Lanny Jaya.

Hendro Nugroho mengungkapkan, embun beku dan kemarau melanda Lanny Jaya terjadi di Kampung Kuyawage, Kampung Luarem, dan Jugu Nomba. Situasi ini membuat masyarakat mengalami kelaparan. Sebab, hasil bercocok tanam mereka mengalami gagal panen.

BMKG, sebelumnya telah melakukan keterangan pers mengenai awal musim kemarau pada bulan Maret. Sesuai dengan prakiraan BMKG, di Kabupaten Lanny Jaya termasuk dalam ZOM 340, di mana awal musim kemarau terjadi pada dasarian I Juni 2022.

Dikatakan juga bahwa pada saat musim kemarau, akan ada beberapa hal yang terjadi, antara lain penurunan curah hujan yang disebabkan potensi pembentukan awan cenderung tidak signifikan.

Ia menjelaskan, bahwa pertumbuhan awan yang tidak signifikan ini akan menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin. Sebab, panas yang diterima bisa langsung dipantulkan kembali keluar bumi, di mana akan membuat udara akan terasa lebih dingin karena massa udara dari selatan yang bersifat kering dan dingin.

Selanjutnya, evapotranspirasi akan membuat tumbuhan makin kering dan tidak dapat bertahan hidup. Hal ini berdasarkan analisis hujan Dasarian III Juni hingga Dasarian I Juli di Lanny Jaya. Yang mana termasuk dalam kategori menengah hingga rendah dengan curah hujan antara 25 dan 75 mm/dasarian.

Suhu udara minimum untuk daerah Jayawijaya berkisar 12-15 derajat Celsius.

Heru Nugroho berujar, dalam hal ini, suhu udara di Lanny Jaya bisa lebih rendah dikarenakan perbedaan ketinggian antara Lanny Jaya dan Jayawijaya.

Sebelumnya, BPBD Papua melaporkan bencana embun beku yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya menyebabkan 548 kepala keluarga terdampak, di mana empat orang meninggal, di antaranya anak-anak.