94 Titik Infrastruktur Terdampak Gempa NTT, Kementerian PU Siapkan Perbaikan Permanen


Seputar Indonesia Timur — 
Pemulihan infrastruktur terus dilakukan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menemukan kerusakan di 94 titik jalan dan jembatan di sejumlah wilayah terdampak.

Kerusakan tersebut sebagian besar berupa longsoran yang menutup badan jalan. Berdasarkan pendataan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, terdapat 75 titik longsoran, tiga titik jalan amblas, serta 16 jembatan dan duiker yang terdampak gempa.

Tim Satuan Tugas Tanggap Darurat Bencana Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU sejauh ini telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap 34 titik longsoran dan sembilan jembatan atau duiker.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan jajarannya telah meningkatkan kesiapsiagaan sejak gempa terjadi. Personel, alat berat, dan koordinasi dengan pemerintah daerah dikerahkan untuk mempercepat penanganan infrastruktur.

”Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8).

Jalan nasional masih bisa dilalui

Penanganan darurat dilakukan terlebih dahulu pada lokasi yang mengalami gangguan akibat material longsor. Petugas membersihkan batu dan tanah yang menutup badan jalan sekaligus mengamankan area agar kendaraan tetap dapat melintas.

Salah satu lokasi yang telah ditangani berada di ruas Ruteng-Reo-Kedindi. Material batuan yang sebelumnya menutup jalan telah dibersihkan sehingga lalu lintas kembali berjalan dua arah.

Kementerian PU juga menyiapkan langkah pencegahan untuk mengantisipasi longsor susulan. Beberapa metode yang digunakan antara lain pemasangan rock bolt, wire mesh, dan rockfall barrier pada lokasi yang membutuhkan penguatan lebih lanjut.

Penanganan serupa dilakukan di ruas Ruteng-Km 210 dan Km 210-Batas Kabupaten Manggarai. Selain membersihkan material longsor, petugas memasang rambu peringatan, menutup retakan pada badan dan bahu jalan, serta membersihkan saluran air.

Di wilayah Ende, pembersihan longsoran dilakukan di sejumlah ruas, seperti Aegela-Batas Kota Ende, Batas Kota Ende-Detusoko, Junction-Wolowaru, dan Wolowaru-Lianunu.

Bahu jalan yang mengalami kerusakan juga diperkuat. Untuk sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan lebih permanen, Kementerian PU menyiapkan pembangunan dinding penahan tanah, shotcrete, jaring aktif, hingga sistem drainase untuk mengendalikan aliran air dari lereng.

Kementerian PU menyatakan 15 ruas jalan nasional yang terdampak gempa secara umum masih fungsional. Kondisi tersebut membuat arus kendaraan, termasuk distribusi logistik dan bahan bakar minyak (BBM), tetap dapat berjalan.

Selain jalan, petugas turut memeriksa jembatan yang terdampak. Pemeriksaan mencakup sejumlah bagian penting, seperti expansion joint, elastomer, abutment, dinding sayap, hingga elemen pengaman sungai.

Salah satu jembatan yang mengalami kerusakan adalah Jembatan Nanga Roro di ruas Aegela-Batas Kota Ende. Pemeriksaan menemukan kerusakan pada sejumlah komponen, termasuk balok penahan gempa, fondasi yang mengalami gerusan, dinding penahan tanah, wingwall, dan expansion joint.

Kementerian PU telah menyiapkan penanganan sementara sekaligus rencana rehabilitasi permanen untuk jembatan tersebut pada tahun ini.

Rumah sakit dan fasilitas umum turut diperiksa

Pemulihan pascagempa tidak hanya menyasar infrastruktur jalan dan jembatan. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU juga melakukan asesmen terhadap bangunan fasilitas kesehatan dan pemerintahan.

Di Kabupaten Ende, Tim Asesmen Keandalan Gedung Ditjen Cipta Karya memeriksa 30 bangunan RSUD Ende. Hasilnya, 28 bangunan masuk kategori Hijau atau dapat digunakan kembali, sedangkan dua bangunan berada dalam kategori Kuning dan hanya dapat digunakan secara terbatas.

Sementara itu, seluruh bangunan RSUD T.C. Hillers di Kabupaten Sikka yang diperiksa dinyatakan masuk kategori Hijau sehingga dapat kembali digunakan.

Kementerian PU juga memeriksa sejumlah kantor pemerintahan. Dua bangunan Kantor Bupati Ende dinyatakan dapat digunakan kembali. Sementara tiga bangunan Kantor Bupati Sikka masuk kategori Kuning dan penggunaannya harus mengikuti pembatasan serta rekomendasi teknis.

Menurut Dody, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan fasilitas yang kembali digunakan benar-benar aman.

“Dalam penanganan pascabencana, kita tidak hanya mengejar kecepatan pemulihan, tetapi juga memastikan bangunan yang kembali digunakan memang telah diperiksa kondisinya. Fasilitas kesehatan harus dapat kembali melayani masyarakat dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Selain memastikan kondisi bangunan, Kementerian PU turut membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak melalui distribusi air bersih di Kabupaten Sikka.

Bantuan air bersih disalurkan ke Desa Baopaat, Kecamatan Lela, serta Gelora Samador, salah satu lokasi pengungsian terpusat.

Di Desa Baopaat, layanan air bersih mencakup 48 kepala keluarga atau sekitar 192 jiwa di RT 08/RW 03. Kementerian PU mengerahkan satu Mobil Tangki Air berkapasitas 6.000 liter.

Sementara di Gelora Samador, sekitar 1.305 jiwa atau 358 kepala keluarga masih membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian. Sebanyak 6.000 liter air bersih telah dikirimkan menggunakan Mobil Tangki Air.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang dilakukan secara bertahap, mulai dari membuka kembali akses jalan, mengamankan jembatan, memastikan fasilitas umum dapat digunakan, hingga membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.