Hujan Deras Picu Banjir di Makassar-Bali, Warga Dievakuasi

Seputar Indonesia Timur — Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Makassar dan Bali. Genangan air merendam permukiman warga, memaksa petugas melakukan evakuasi di berbagai titik terdampak.

Di Makassar, hujan lebat menyebabkan banjir di sedikitnya lima kecamatan. Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli, mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan untuk memantau situasi, membantu evakuasi, dan memberikan pertolongan kepada warga.

Sejumlah wilayah yang terendam antara lain Kelurahan Tello Baru di Kecamatan Panakukkang, Kompleks Kodam III di Kecamatan Biringkanaya, serta Kecamatan Manggala, Tamalanrea, dan Tallo.

Ketinggian air bervariasi. Di Panakukkang, genangan mencapai sekitar 100 sentimeter. Sementara di wilayah lain, rata-rata ketinggian air berkisar 30 sentimeter. Meski kondisi disebut relatif terkendali, warga diminta tetap waspada dan menghindari jalur dengan genangan tinggi.

Bali Dikepung Banjir dan Longsor

Bencana hidrometeorologi juga melanda sejumlah daerah di Bali. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, melaporkan hingga Selasa siang terdapat 76 titik kejadian.

Rinciannya meliputi 42 titik banjir, lima tanah longsor, satu tanggul jebol, satu angin puting beliung, dua pohon tumbang, dan empat senderan jebol. Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Di Denpasar, tercatat 30 titik banjir, dua pohon tumbang, satu tanggul jebol, satu puting beliung, satu longsor, serta satu senderan jebol. Sementara di Badung terdapat 10 titik banjir dan dua pohon tumbang.

Beberapa kabupaten lain juga terdampak, seperti Gianyar, Buleleng, Tabanan, Klungkung, Jembrana, dan Karangasem dengan berbagai kejadian pohon tumbang dan longsor.

Di kawasan Seminyak, Badung, puluhan warga dievakuasi dari Jalan Dewi Sarawati II dan III serta Jalan Gunung Athena II. Proses penanganan juga berlangsung di Legian Kuta dan Sanur. Di Denpasar, petugas menyelamatkan satu bayi dan tiga balita yang terjebak banjir.

Selain evakuasi warga, aparat juga melakukan pemantauan tinggi muka air di Tukad Badung serta memastikan pintu air di hilir sungai besar dalam kondisi terbuka dan terkontrol.

Hingga kini, pendataan kerusakan bangunan masih berlangsung. Masyarakat diimbau tetap siaga menghadapi potensi hujan susulan yang dapat memperparah genangan maupun longsor.