
Seputar Indonesia Timur — Suasana khidmat menyelimuti kawasan permukiman Jamaah An-Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, saat ratusan jamaah melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Selasa (26/5). Pelaksanaan hari raya kurban tersebut dilakukan lebih awal satu hari dibandingkan ketetapan pemerintah yang menjadwalkan Idul Adha pada Rabu (27/5).
Sejak pagi hari, para jamaah mulai memadati area pelaksanaan salat dengan mengenakan pakaian khas komunitas An-Nadzir yang identik dengan warna gelap. Setelah salat berlangsung, jamaah juga langsung melaksanakan proses penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan kambing.
Pimpinan Jamaah An-Nadzir, M. Samiruddin Pademmui, menjelaskan bahwa penetapan awal Zulhijjah dilakukan berdasarkan metode hisab dan rukyat yang selama ini menjadi pedoman mereka dalam menentukan kalender hijriah.
Menurut hasil pemantauan tim An-Nadzir, pergantian bulan dari Zulqaidah menuju Zulhijjah terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 04.03 WITA. Pada waktu tersebut, posisi matahari disebut lebih dahulu terbit dibandingkan bulan sehingga dianggap sebagai penanda masuknya bulan baru.
“Karena pada Ahad 17 Mei 2026 terjadi pergantian bulan dari Zulqaidah ke Zulhijjah, maka 1 Zulhijjah 1447 H terhitung mulai Ahad 17 Mei 2026,” ujar Samiruddin.
Gunakan Metode Hisab dan Rukyat
Jamaah An-Nadzir memang dikenal memiliki metode penentuan awal bulan hijriah sendiri yang menggabungkan perhitungan astronomi dan pengamatan alam. Metode tersebut secara rutin digunakan untuk menentukan awal Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha.
Perbedaan penetapan hari raya dengan pemerintah juga bukan kali pertama terjadi. Meski demikian, pelaksanaan ibadah tetap berlangsung tertib dan damai.
Samiruddin menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil jamaah didasarkan pada keyakinan dan hasil pengamatan yang mereka lakukan secara internal sesuai pedoman yang dianut komunitas.
Daging Kurban Dibagikan ke Warga
Usai pelaksanaan Salat Idul Adha, jamaah langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban di area sekitar permukiman. Daging hasil kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan mempererat hubungan dengan warga.
Tradisi tersebut rutin dilakukan setiap tahun oleh Jamaah An-Nadzir sebagai bagian dari semangat berbagi pada momentum Idul Adha.