Pesawat Kargo Pelita Air Jatuh, Pilot Berhasil Selamatkan Diri


Seputar Indonesia Timur — 
Seorang pilot pesawat kargo milik Pelita Air Service dilaporkan selamat setelah pesawat yang dikemudikannya jatuh di wilayah perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2).

Ia berhasil keluar dari pesawat dengan parasut beberapa saat sebelum badan pesawat menghantam daratan.

Informasi keselamatan pilot pertama kali disampaikan warga yang berkomunikasi dengan penduduk sekitar lokasi kejadian. Pilot ditemukan oleh masyarakat Desa Pa’ Betung dan langsung diamankan sambil menunggu proses evakuasi lanjutan.

Menurut keterangan warga, pesawat terlihat jatuh lebih dulu, lalu beberapa saat kemudian parasut yang membawa pilot turun dari udara.

Usai berhasil mendarat darurat, pilot berada dalam kondisi sadar. Warga sekitar kemudian membawanya ke tempat aman.

Namun hingga saat ini, masyarakat belum berhasil mencapai titik jatuhnya badan pesawat karena medan pegunungan Krayan dikenal sulit dilalui dan tertutup vegetasi lebat.

Area tersebut berada di wilayah perbatasan terpencil sehingga proses penjangkauan lokasi memerlukan waktu lebih lama dibanding kecelakaan di area perkotaan.

Misi Pengiriman BBM ke Perbatasan

Pihak perusahaan menyampaikan pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan pesawat kargo jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.

Pesawat tersebut digunakan untuk mendukung program distribusi bahan bakar ke wilayah terpencil Indonesia.

Penerbangan saat itu hanya diawaki satu pilot tanpa penumpang karena membawa muatan BBM.

Sebelum insiden terjadi, pesawat baru saja menyelesaikan pengiriman bahan bakar di Long Bawan dan sedang menuju Bandara Juwata Tarakan.

Dugaan Gangguan Saat Lepas Landas

Keterangan saksi mata di bandara menyebut pesawat sempat berbelok sebelum kehilangan kendali.

Salah satu bagian pesawat terlihat terlepas, kemudian pesawat mulai oleng dan akhirnya jatuh di area perbukitan.

Kondisi cuaca di langit Krayan saat kejadian dilaporkan mendung dan gelap, yang diduga turut memengaruhi penerbangan.

Saat ini penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait.

Sebagai informasi, pesawat kargo tersebut diketahui melayani pengiriman BBM satu harga ke kawasan perbatasan.

Jalur udara menjadi pilihan utama karena akses darat menuju Krayan sangat terbatas.

Insiden ini kembali menunjukkan tingginya risiko operasional penerbangan logistik di wilayah pegunungan Indonesia, terutama ketika menghadapi cuaca tidak menentu dan medan ekstrem.