Satgas Identifikasi Penyerang Smart Air PK-SNR


Seputar Indonesia Timur — 
Aparat Satgas Damai Cartenz mulai mengungkap identitas pelaku penyerangan pesawat Smart Air PK-SNR di Lapangan Terbang Korowai Batu, Kabupaten Yahukimo, Papua. Dari total sekitar 20 orang yang terlibat, dua di antaranya telah berhasil dikenali meski identitasnya belum dipublikasikan.

Petugas menduga kelompok tersebut bergerak menuju wilayah Yahukimo setelah kejadian. Lokasi bandara Korowai Batu memang lebih dekat ke Yahukimo dibandingkan Tanah Merah di Kabupaten Boven Digoel, sehingga jalur pelarian kemungkinan besar mengarah ke sana.

Berdasarkan keterangan saksi dan penumpang yang selamat, para penyerang membawa kombinasi persenjataan. Diperkirakan terdapat tiga hingga empat senjata api laras panjang yang digunakan saat menyerang pesawat.

Selain senjata api, sebagian anggota kelompok juga membawa senjata tradisional seperti:

  • tombak
  • panah
  • parang

Polisi menilai serangan tersebut telah dipersiapkan, mengingat variasi senjata dan jumlah pelaku cukup banyak.

Kelompok Bersenjata di Yahukimo Diperkirakan Ratusan Orang

Satgas memperkirakan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo berjumlah sekitar 200 orang yang terbagi dalam beberapa sel kecil. Pola mereka cenderung melakukan aksi kekerasan untuk menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian publik.

Sejak Januari hingga pekan lalu, aparat mencatat setidaknya 23 insiden kekerasan yang berkaitan dengan kelompok tersebut.

Dalam dua hari terakhir, aparat berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku. Dua di antaranya berinisial GW dan EH dipastikan merupakan anggota kelompok Sisibia.

Riwayat keterlibatan mereka antara lain:

  • GW: penembakan anggota Brimob (2022) dan sopir truk (2026)
  • EH: pembakaran sekolah

Sementara dua orang lainnya masih diperiksa untuk memastikan peran mereka.

Kronologi Penembakan Pesawat

Insiden terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIT. Pesawat Cessna Smart Air dengan registrasi PK-SNR berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT menuju Korowai Batu membawa 13 penumpang.

Saat pesawat mendarat, tembakan dilepaskan dari arah hutan di sekitar bandara. Serangan tersebut menyebabkan dua awak pesawat, Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro, meninggal dunia.

Informasi kejadian pertama kali diterima aparat dari pihak bandara sebelum kemudian dilakukan pengecekan ke lokasi.