Simpatisan ISIS Menikam Wiranto

Seputarindonesiatimur.web.id – Seorang pria yang memegang pisau menyerang kepala menteri keamanan Indonesia Wiranto pada hari Kamis (10/10), ketika ia melakukan kunjungan ke kota Pandeglang, Banten.

Juru bicara kepolisian nasional Indonesia Dedi Prasetyo membenarkan kejadian itu dan mengatakan kepada media bahwa pelaku laki-laki dan seorang tersangka co-konspirator perempuan telah ditangkap.

Menurut laporan polisi, penyerang utama itu diduga “terpapar radikalisme ISIS”.

Juru bicara Rumah Sakit Sbobet88, Firmansyah, mengatakan mantan jenderal militer itu menderita 2 luka dalam, tetapi dalam keadaan sadar dan dalam kondisi stabil. Ia juga menambahkan bahwa Wiranto telah diungsikan secara medis ke ibukota Jakarta untuk perawatan lebih lanjut.

Menurut laporan, Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengunjungi Wiranto di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Kepala polisi setempat juga dilaporkan terluka, menurut Dedi Prasetyo.

Klip video yang diposting di media sosial menunjukkan menteri itu turun dari sebuah SUV, ketika seorang pria mengenakan kemeja hitam menyelinap masuk dan menikamnya.

Klip video lain menunjukkan Wiranto tersandung ke tanah setelah serangan itu, ketika personel keamanannya bergegas untuk menahan penyerang.

Beberapa orang dengan cepat memasukkan menteri yang terluka itu kembali ke kendaraan, sementara yang lain terus bergulat dengan penyerang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Wiranto telah ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai penanggung jawab penanganan kerusuhan di wilayah negara Papua Barat.

Presiden Jokowi telah menunjuk mantan kepala militer sebagai menteri keamanan tertinggi pada tahun 2016.

Jenderal Wiranto (72) sebelumnya dituduh melakukan kekejaman selama pendudukan Indonesia atas Timor Timur.

Dia bertanggung jawab atas militer ketika tentara Indonesia dan paramiliter melakukan serangan mematikan setelah Timor Timur meminta kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 1999.

Sekitar 100.000 orang diperkirakan telah tewas, terutama oleh pasukan Indonesia dan kuasanya, atau meninggal karena kelaparan dan penyakit selama pendudukan.

Wiranto termasuk di antara perwira senior lainnya yang didakwa oleh jaksa penuntut PBB atas pelanggaran HAM selama masa pendudukan 24 tahun.

Meskipun bukti yang dikumpulkan membuktikan perannya dalam pembunuhan tahun 1999, Wiranto membantah melakukan kesalahan dan tidak pernah menghadapi pengadilan atas kekejaman tersebut.

Sebagai menteri keamanan, Wiranto mengawasi lima kementerian termasuk asing, dalam negeri dan pertahanan.

Serangan terhadap Wiranto terjadi hanya beberapa hari sebelum pelantikan Presiden Joko Widodo untuk masa jabatan keduanya.

Dipercayai bahwa beberapa ratus orang Indonesia telah melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk bergabung dengan Negara Islam Irak dan Levant (ISIL, juga dikenal sebagai ISIS).