Smartwatch Kopilot ATR Rekam Aktivitas, SAR Tunggu Koordinat Terakhir


Seputar Indonesia Timur — 
Petunjuk baru muncul dalam proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Sebuah smartwatch milik kopilot pesawat dilaporkan sempat merekam aktivitas setelah insiden, sehingga kini tengah dilacak oleh tim cyber crime kepolisian.

Staf AMC Basarnas, Arman Amiruddin, mengatakan pelacakan dilakukan setelah pihak keluarga korban melaporkan data perangkat tersebut ke Polda Sulsel. Koordinasi pun dilakukan antara Basarnas dan kepolisian untuk menelusuri titik koordinat terakhir smartwatch aktif.

Dari laporan awal yang diterima, smartwatch tersebut mencatat adanya aktivitas berupa langkah kaki. Pada Minggu pagi sekitar pukul 06.53 WITA, tercatat sekitar seribu langkah, lalu meningkat hingga kurang lebih 13 ribu langkah pada waktu lain yang terekam di perangkat.

Meski demikian, Arman menegaskan data tersebut belum bisa diartikan sebagai tanda korban masih hidup.

“Kami tidak bisa menyimpulkan bahwa itu merupakan tanda kehidupan. Data itu masih perlu dikaji lebih lanjut,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/1).

Tidak Ada Tanda Permintaan Bantuan di Lokasi

Arman menjelaskan, saat tim SAR menemukan barang-barang milik korban, termasuk telepon genggam, seluruh perangkat dalam kondisi terkunci dan tidak bisa langsung diperiksa di lokasi.

Basarnas kemudian membuat surat pernyataan agar perangkat tersebut dibawa ke Makassar untuk dibuka. Setelah berhasil diakses, barulah informasi mengenai aktivitas smartwatch disampaikan oleh pihak keluarga korban.

Akan tetapi, temuan itu tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.

“Tim yang turun langsung ke tebing, termasuk sekitar sepuluh personel yang bermalam di area kejadian, tidak mendengar suara atau permintaan tolong apa pun,” jelas Arman.

Saat ini, Basarnas masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim Cyber Crime Polda Sulsel terkait koordinat terakhir smartwatch tersebut aktif. Data itu akan menjadi acuan penting bagi tim SAR yang masih bersiaga di puncak Gunung Bulusaraung.

“Kalau koordinat terakhir sudah kami terima, tim di lapangan akan diarahkan ke titik tersebut untuk pencarian lanjutan,” pungkasnya.