Tragedi Karhutla di Ketapang, Satu Warga Meninggal Dunia


Seputar Indonesia Timur — 
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, memakan korban jiwa. Seorang warga bernama Taufik Hidayat (26) meninggal dunia setelah diduga terjebak kobaran api dan asap tebal saat melintasi Jalan Poros Sungai Pelang-Tumbang Titi.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Ketapang. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya karhutla.

Menurut Alex, kejadian ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak agar semakin serius mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama saat cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

Ia juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

Pemkab Ketapang Perkuat Penanganan Karhutla

Alexander memastikan pemerintah daerah terus mengoordinasikan upaya penanganan karhutla bersama BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta berbagai instansi terkait.

Tim gabungan tidak hanya fokus memadamkan api. Mereka juga terus melakukan pencarian, evakuasi, dan berbagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak kembali menimbulkan korban jiwa.

Pemerintah daerah juga mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mempercepat penanganan kebakaran di sejumlah titik yang masih terbakar.

Selain itu, Alex kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat musim kemarau.

Korban Diduga Pingsan Akibat Asap Tebal

Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Ketapang, Taufik diduga menjadi korban setelah berusaha melintasi kawasan yang dipenuhi asap pekat saat pulang bekerja pada Selasa (4/8).

Kepala BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, menjelaskan korban diduga tetap melanjutkan perjalanan meski jarak pandang sangat terbatas akibat asap karhutla.

Diduga korban mengalami kekurangan oksigen hingga kehilangan kesadaran. Di saat bersamaan, api sudah membakar lahan di sisi kanan dan kiri jalan sehingga tubuh korban ikut terbakar.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian setelah korban dilaporkan hilang. Petugas akhirnya menemukan Taufik dalam kondisi meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar.

Selain merenggut satu korban jiwa, karhutla di Ketapang juga menyebabkan seorang warga lanjut usia mengalami luka bakar. Tim evakuasi langsung membawa korban ke RSUD dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan perawatan medis.

Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap masyarakat semakin waspada terhadap ancaman karhutla. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat dan mencegah kebakaran meluas.