
Seputar Indonesia Timur – Aksi damai dilakukan oleh ratusan pelajar di Yahukimo, Papua, Kamis (20/1). Ratusan pelajar tersebut menggelar protes karena aktivitas belajar terhambat setelah sekolahnya diduduki oleh aparat kepolisian.
Ketua Solidaritas Pemuda Peduli Yahukimo (Soppy) Otniel Sobolim mengatakan, setidaknya ada sekitar 500 pelajar dan 100 pemuda juga orang tua mereka yang turun ke jalan dan terlibat dalam aksi damai tersebut.
“Kami sepakat untuk memediasi hal tersebut melalui metode demo damai. Kami berusaha sampai berhasil ke titik sasaran aksi, yakni di depan kantor Dinas Pendidikan Yahukimo,” ujar Otniel seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (20/1).
Tidak hanya itu, Otniel juga menjelaskan, bahwa pasukan kepolisian mulai dikerahkan pada September 2021 ke Yahukimo. Pasukan kepolisian tersebut didatangkan setelah adanya beberapa peristiwa yang terjadi di Yahukimo.
Ia mengatakan, jika pemerintah pusat dan daerah telah bekerja sama untuk menempatkan para aparat keamanan di beberapa tempat. Dan salah satunya adalah di sekolah.

Otniel mengungkapkan, setidaknya ada empat sekolah di Yahukimo yang digunakan sebagai tempat tinggal para aparat kepolisian.
“Pemerintah daerah bekerja sama dengan para kepala sekolah tingkat SMA, lalu diizinkan Brimob tinggal di SMA NINIA, SMA NEGERI 2, SMA ANGGRUK DAN SMK,” jelasnya.
Otniel menilai, penempatan para aparat kepolisian di sekolah adalah masalah yang fundamental. Sebab, dapat mengganggu aktivitas belajar-mengajar. Akan tetapi, ia merasa jika permasalahan tersebut tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah.
Ia mengatakan jika hari ini, massa aksi sudah bertemu dengan pihak Dinas Pendidikan Yahukimo. Setelah mendengar aspirasi dari massa aksi, Disdik Yahukimo berjanji akan menarik kepolisian pada Senin (24/10).
“Dijanjikan hari Senin akan pindahkan para Brimob dari sekolah. Aksi berjalan sempurna sampai masa aksi dipulangkan ke sekretariat Soppy lalu kembali ke rumah masing masing,” terangnya.
Seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, mereka telah mencoba menghubungi Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal. Akan tetapi, sampai berita ini ditulis, Ahmad belum memberikan merespons.