
Seputar Indonesia Timur – Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin mengingatkan agar aparat TNI dan Polri terus menggunakan pendekatan humanis dan dialogis dalam menjaga keamanan di Papua.
Hal tersebut disampaikan Ma’ruf ketika memberikan sambutan secara virtual dalam acara Deklarasi Papua Damai yang digelar Lembaga Masyarakat Ada Papua, Rabu (1/6/2022).
“Saya telah menginstruksikan aparat TNI-Polri untuk menggunakan pendekatan yang humanis, mengedepankan upaya dialogis, dan tanpa menggunakan kekerasan,” ujar Ma’ruf, sebagaimana dikutip dari siaran pers.
Ma’ruf mengatakan, jika situasi keamanan yang kondusif adalah salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Papua.
Ma’ruf mengatakan, pemerintah mempunyai komitmen untuk menggelorakan perdamaian dan persatuan di Papua lewat berbagai regulasi dan kebijakan afirmatif.
Di mana salah satunya adalah Undang-Undang Otonomi Khusus Papua, antara lain mengatur penyerahan kewenangan dari provinsi ke kabupaten/kota dan menambah transfer dana otonomi khusus Papua menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum Nasional.
Tidak hanya itu, pemerintah juga kini sedang merumuskan peraturan presiden, mengenai Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) dan pembentukan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otsus Papua (BP3OKP) yang langsung dipimpin oleh Ma’ruf.
Akan tetapi, ia menekankan jika upaya tersebut perlu diiikuti oleh kolaborasi antarpihak, termasuk orang asli Papua (OAP).
“Saya meyakini percepatan pembangunan Papua akan segera terwujud karena tokoh adat dan seluruh elemen local champion Orang Asli Papua (OAP) siap untuk bahu-membahu dan berpartisipasi aktif membangun Tanah Papua,” tutur Ma’ruf.