TNI Buka Suara Soal Penyerangan Markas Koramil Kurulu di Papua

Seputar Indonesia Timur – Komandan TNI Korem 172/PWY Brigjen J.O Sembiring menjelaskan soal penyerangan Koramil Kurulu di Jayawijaya, Papua Pegunungan oleh sekelompok masyarakat beberapa waktu lalu. Di mana hal tersebut merupakan upaya provokasi dari pihak tidak bertanggung jawab.

“Upaya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab agar TNI melakukan tindakan melanggar hukum,” ujar Sembiring dalam keterangan tertulis, pada Rabu (3/5).

Ia menyebut, jika peristiwa itu bermula ketika personel Koramil Kurulu mendapati orang mabuk di jalan pada Kamis (27/4) malam. Menurutnya, orang yang mabuk tersebut melempari kendaraan anggota Koramil yang lewat.

“Pada saat personel Koramil Kurulu melakukan pergeseran, saat di jalan pulang terdapat orang mabuk dan melempari kendaraan yang digunakan oleh anggota Koramil, karena mabuk sehingga diamankan dan diserahkan langsung ke Polsek,” ucap Sembiring.

Kemudian pada dini hari, masyarakat Kampung Waga-waga diprovokasi oleh isu penculikan yang dilakukan oleh Koramil Kurulu. Akibat provokasi ini, sekitar 50 orang datang dan melakukan perusakan serta mencoba merangsek ke kantor koramil.

Ia mengungkapkan, masyarakat juga membakar rumah warga Kampung Jiwika dan melakukan pemalangan jalan di jalan Trans Jayapura-Wamena.

“Jadi mereka berupaya memancing kita (TNI) untuk melakukan kekerasan dengan memanfaatkan masyarakat khususnya para remaja. Mereka mendobrak Makoramil dengan alasan bebaskan teman kami, padahal kami sudah serahkan ke kepolisian,” katanya.

“Tidak ada penculikan, yang ada orang mabuk mengganggu dan diamankan oleh TNI serta saat itu juga langsung diserahkan kepada Kepolisian,” tambah dia.

Sembiring mengapresiasi tindakan Danramil Kurulu Kapten Inf Yubelinus ketika terjadi penyerangan dengan mengamankan seluruh senjata dan meminta semua anggota siaga.

“Saat ini juga masyarakat Kurulu sendiri marah kepada masyarakat wilayah lain yang datang ke Kurulu dan membuat onar tersebut, tetapi saya telah perintahkan kepada Dandim untuk menjaga masyarakat agar tidak terjadi bentrok,” tuturnya.