
Seputar Indonesia Timur – Beberapa waktu belakangan ini, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) disebut kembali berulah di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Salah satu gangguan KKB tersebut dilaporkan menyasar pada kegiatan persiapan HUT ke-78 RI yang akan diiadakan di Puncak, Papua Tengah.
Dansatgas Mobile YR 300/Bjw Letkol Inf Afri Swandi Ritonga menjelaskan, peristiwa pertama terjadi pada Sabtu (12/8), saat Tim Paskibra Puncak sedang berlatih dalam rangka Upacara HUT RI Ke- 78. Saat yang bersamaan, kata Afri, ada perlombaan voli di lapangan.
“Terdengar letusan tembakan yang mengarah ke mimbar lapangan Trikora, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak. Diperkirakan arah tembakan dari Jalan Moko, Kampung Jenggerpaga, Distrik Ilaga, Puncak, lalu aparat TNI-Polri segera melakukan pengejaran ke arah sumber tembakan,” jelas Afri dalam keterangan tertulis, pada Senin (14/8).

Kemudian kejadian kedua, terjadi saat Tim Gabungan TNI selesai melaksanakan pemasangan Bendera Merah Putih di Bukit Ular.
Saat itu, personel Pos Gome mendengar bunyi letusan tembakan sebanyak empat kali dari arah Bukit Tepuk. Bunyi tembakan tersebut diduga dilakukan KKB kelompok Kalenak Murib. Lalu, personel membalas tembakan ke arah Bukit Tepuk.
Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi GN. Suriastawa membenarkan dua peristiwa yang terjadi di Puncak, Papua Tengah itu.
“Iya laporan dari Satgas yang di lapangan demikian, gangguan dilakukan kemungkinan oleh KST berbasis di Kabupaten Puncak,” ujar Suriastawa.
Suriastawa menyebut, ada anggota KKB yang terkena tembakan, pada saat aparat melakukan pengejaran.
“Sesuai info dari Dansatgas Mobile – Batalyon Infanteri 300 terindikasi dari pihak KST ada yang terluka terkena tembakan anggota Satgas Mobile 300 tersebut. Semua Kelompok Separatis Papua tersebut berhamburan melarikan diri ke arah hutan belantara. Syukurlah, dari pihak Apkam tidak ada yang korban,” ujarnya.
KKB atau Kelompok Separatis Teroris [KST] merupakan sebutan aparat terhadap milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dikutip dari CNNIndonesia.com, hingga saat ini belum ada konfirmasi atas aksi gangguan milisi itu terhadap Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom.