
Seputar Indonesia Timur – HIngga kini, Philip Mark Mehrtens, Pilot Susi Air, masih disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.
Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri pun mengungkapkan bagaimana kondisi terakhir pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut.
“Ya, sehat, kan yang bagaimana keliatan di foto,” ungkap Irjen Mathius D. Fakhiri pada awak media di Kota Jayapura, Kamis (4/1/2024).
Irjen Mathius menuturkan, proses negosiasi pilot yang sudah disandera semenjak 7 Februari 2023 itu masih tetap dilakukan. Dia mengtakan, tak mau mengintervensi proses negosiasi tersebut dan menyerahkannya pada toko-toko masyarakat.
“Saya tetap mempercayai tokoh-tokoh yang sudah selama ini berupaya ke dalam. Saya tidak mau mengintervensi. Mudah-mudahan kita bisa dapat hasil yang terbaik,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menambahkan, bahwa para negosiator tersebut selalu memberi informasi terbaru terkait kondisi pilot. Yang mana termasuk perihal penanganan ketika proses pembebasan nanti.
“Tentunya, kami selalu diberi informasi tentang bagaimana penangannya,” ta,bahnya.
Seperti diketahui, beredar di media sosial foto terbaru pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens yang sudah 10 bulan disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dalam foto tersebut memperlihatkan kondisi Kapten Philip yang sedang bersama pimpinan KKB Egianus Kogoya.
“Ini memang foto terbaru,” kata Kasatgas Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani ketika dimintai keterangan, dikutip dari detikcom, Selasa (26/12/2023).
Dalam foto tersebut, Philip terlihat memakai kaos, jaket, dan celana pendek warna hitam. Terlihat pula brewok dan rambut Philip lebih panjang.
Sementara Egianus terlihat menggunakan kaos singlet dan celana pendek warna hitam serta mengenakan kacamata hitam dan ikat kepala warna merah.
Philip dan Egianus dalam foto tersebut sama-sama berpose salam komando. Keduanya berfoto dengan latar belakang hutan.
Menurut Faizal, Kapten Philip memang masih bersama Egianus. Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya masih mengedepankan pendekatan soft approach dalam upaya membebaskan Philip.
“Sementara ada 2 hal yang dilakukan yang pertama adalah proses soft approach atau negosiasi dalam hal ini diinisiasi oleh bapak Kapolda dan bapak Pangdam,” jelasnya.