Seputar Indonesia Timur – Provinsi Enga, Papua Nugini, diterjang longsor parah semenjak akhir pekan lalu. Akibat bencana ini, ratusan rumah pun hancur dan ribuan orang diyakini terkubur dalam reruntuhan bebatuan.
Sebagaimana di laporankan Sky News, tanah longsor meratakan desa pegunungan Kaokalam di Enga. Desa sendiri berlokasi sekitar 600 km barat laut Port Moresby.
Serhan Aktoprak selaku Kepala Misi Organisasi Migrasi Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Papua Nugini memperkirakan, korban tewas mencapai 670 orang.
Di ketahui, angka tersebut merupakan perhitungan pejabat setempat usai mencatat 150 rumah terkubur.
Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) Australia mengatakan, sekitar enam desa terdampak tanah longsor di wilayah Mulitaka, Provinsi Enga.
Pada 24 Mei, longsor melanda Papua Nugini sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Mulanya, pihak berwenang PNG menyebut korban tewas 100 orang.
Dan proses pencarian sampai saat masih berlangsung. Akan tetapi, tim mengalami kendala karena masalah peralatan dan sulitnya medan.
Para warga pun ikut turun tangan untuk mencari kerabat yang mungkin tertimbun puing. Mereka memakai alat seadanya seperti sekop bahkan tangan kosong.
Tanah longsor meninggalkan puing-puing sedalam delapan meter di area seluas 200 km persegi. Longsor ini juga memutus akses jalan raya, dan menyulitkan upaya pertolongan.