Seputarindonesiatimur.web.id – Jepang sudah menawarkan bantuan untuk Indonesia dalam pemindahan lokasi ibukota.
Tawaran itu dibuat dalam pertemuan tertutup antara Hiroto Izumi, penasihat khusus PM Shinzo Abe, dan Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi Indonesia Luhut Pandjaitan pada Selasa (19/11) malam.
Bersama beberapa pengusaha Jepang, Izumi melakukan kunjungan tiga hari ke Indonesia. Ini dimulai pada hari Selasa sebagai bagian dari delegasi yang dipimpin oleh mantan PM Yasuo Fukuda.
Pada bulan Agustus, Presiden Jokowi memutuskan untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Ia juga mengisyaratkan bahwa hal itu dapat terjadi dalam lima tahun.
Ibukota baru akan berada di antara Samarinda dan Balikpapan, yang terletak sekitar 90 kilometer ke selatan. Keduanya terletak di dekat pantai timur pulau terbesar ketiga di dunia, lebih dari 1.200 km dari Jakarta.
Menurut sumber, meskipun Izumi berpikir bahwa timeline Indonesia untuk memindahkan modalnya “terlalu cepat,” Jepang siap untuk memberikan bantuan jika Indonesia memintanya.
Izumi mengatakan bahwa Jepang memiliki pengalaman dalam “membangun kota buatan baru yang sangat besar,”. Ini mengacu pada Tsukuba, Prefektur Ibaraki, sebuah kota yang terletak sekitar 60 km timur laut Tokyo.
Dalam pertemuan itu, Izumi juga memberi tahu Pandjaitan bahwa untuk memindahkan ibukota, “penting untuk merancang kota yang berpusat pada manusia.” Ia menekankan bahwa memberikan prioritas pada pembangunan infrastruktur tanpa mendengarkan suara orang-orang yang akan pindah kesana itu “tidak akan baik.”
Michiaki Hirose, ketua Tokyo Gas Co., yang juga menghadiri pertemuan dengan Pandjaitan, menyatakan keinginan perusahaannya untuk berkontribusi dalam pengembangan modal baru. Dengan itu, ia mengatakan Jepang berpengalaman dalam membangun sistem energi yang efisien dan tahan bencana