
Seputar Indonesia Timur — Satuan Tugas Damai Cartenz mengungkap dugaan perekrutan besar-besaran yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan. Sekitar 100 pemuda disebut telah direkrut untuk memperkuat barisan kelompok tersebut, khususnya di kawasan Dekai.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi Faizal Rahmadani, menyampaikan bahwa sebagian besar pemuda yang direkrut masih berusia sangat muda. Bahkan, rata-rata mereka belum menginjak usia 21 tahun.
Fakta adanya perekrutan ini terungkap setelah aparat melakukan pengembangan dari penangkapan sejumlah anggota KKB. Salah satu di antaranya adalah Junior Bocor Sobolim, yang tewas saat hendak diamankan di Dekai pada awal November 2025.
Dari hasil pendalaman lanjutan, aparat menemukan indikasi kuat adanya mobilisasi pemuda lokal yang diduga dipersiapkan untuk menambah kekuatan kelompok bersenjata tersebut di Yahukimo.
Sasaran Rekrutmen: Pemuda Rentan dan Tidak Bekerja
Menurut Faizal, pemuda yang direkrut umumnya berasal dari kelompok rentan. Banyak di antara mereka tidak mengenyam pendidikan formal dan tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga dinilai lebih mudah dipengaruhi oleh propaganda dan ajakan kelompok bersenjata.
Kondisi ini, kata Faizal, seharusnya menjadi perhatian serius berbagai pihak karena menyangkut masa depan generasi muda di Papua Pegunungan.
Data kepolisian menunjukkan bahwa Kabupaten Yahukimo menjadi wilayah dengan tingkat gangguan keamanan tertinggi di wilayah hukum Polda Papua. Aksi-aksi KKB di daerah tersebut tercatat telah menyebabkan sedikitnya 35 orang meninggal dunia.
Situasi ini mempertegas pentingnya langkah pencegahan yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pendekatan sosial dan pembangunan.
Faizal menekankan perlunya keterlibatan aktif pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain untuk memberikan ruang positif bagi pemuda Papua. Pelatihan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, serta program pemberdayaan dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah perekrutan oleh kelompok bersenjata.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa aparat keamanan tetap akan melakukan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam aksi kriminal dan pelanggaran hukum.