Kapolda Papua Tengah Ungkap Pergerakan Baru KKB Sampai ke Kota Nabire


Seputar Indonesia Timur —
Ancaman keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Tengah kini menunjukkan eskalasi baru. Apabila aktivitas kelompok tersebut sebelumnya lebih banyak terdeteksi di wilayah pegunungan, kini pergerakannya mulai menjangkau kawasan perkotaan, termasuk pusat Kota Nabire.

Kondisi ini disampaikan langsung oleh Kapolda Papua Tengah Brigadir Jenderal Polisi Alfred Papare. Di mana dia menegaskan bahwa pergeseran wilayah operasi KKB menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut Brigjen Alfred, keberadaan KKB kini tidak lagi terfokus di daerah terpencil atau pegunungan Papua Tengah. Kelompok tersebut dilaporkan mulai merambah hingga wilayah perkotaan yang memiliki aktivitas masyarakat lebih padat.

Perluasan wilayah ini dinilai meningkatkan risiko gangguan keamanan, terutama terhadap warga sipil dan fasilitas umum. Oleh karena itu, aparat kepolisian memperketat pengawasan serta meningkatkan kesiapsiagaan di sejumlah titik rawan.

Penegakan Hukum Tetap Jadi Prioritas

Kapolda menegaskan bahwa aparat tidak akan ragu melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti mengganggu situasi kamtibmas di Papua Tengah. Sepanjang tahun 2025, Polda Papua Tengah menghadapi tantangan berat akibat meningkatnya aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh KKB.

Aksi-aksi tersebut dinilai semakin brutal dan menyasar berbagai objek penting, sehingga memerlukan langkah penanganan yang tegas namun terukur.

Beberapa insiden yang terjadi di Papua Tengah sepanjang 2025 disebut berkaitan dengan aktivitas KKB. Di antaranya adalah pembakaran bangunan di Kabupaten Puncak yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Tentua Kogoya dan Kalenak Murib.

Tak hanya itu, KKB juga diduga terlibat dalam penembakan terhadap seorang purnawirawan Polri serta penyerangan terhadap personel Brimob Yon C Pelopor yang mengakibatkan korban jiwa.

Serangan Terhadap Aparat Kepolisian

Brigjen Alfred juga mengungkapkan bahwa KKB diduga berada di balik sejumlah serangan terhadap aparat kepolisian aktif. Salah satu kasus yang disoroti adalah gugurnya personel Polres Puncak Jaya akibat serangan kelompok bersenjata yang dipimpin Bumiwalo Enumbi.

Insiden-insiden tersebut memperlihatkan bahwa ancaman KKB tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga aparat keamanan yang menjalankan tugas negara.

Menghadapi tahun 2026, Polda Papua Tengah menyatakan akan meningkatkan upaya pencegahan dan pengamanan di berbagai wilayah yang dinilai rawan. Beberapa daerah yang menjadi fokus pengawasan antara lain Puncak Jaya, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, Deiyai, Nabire, hingga Kabupaten Mimika.

Kapolda menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah dari ancaman kelompok bersenjata.