
Seputar Indonesia Timur – Banyak dampak negatif yang ditimbulkan akibat Covid-19 yang terjadi di tahun ini. Tidak hanya angka kematian yang meningkat, pada sektor ekonomi juga mengalami penurunan ynag drastis. Belum lagi angka pengangguran yang meningkat dampak dari Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemda Kabupaten/Kota. Makassar, Ibu Kota Sulsel nampaknya menjadi penyumbang tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan.
Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel dan Rudy Djamaluddin sebagai Pj Wali Kota Makassar, harus bekerja lebih keras memikirkan sektor ini.
Kemarin, foto dan informasi dari Karyawan CV Rachmat didampingi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan melakukan aksi demo dengan menginap di depan kantor CV Rachmat, jalan Aroeppala, Kecamatan Rappocici, Kota Makasar, Sulawesi Selatan (6/7/2020) jadi perhatian.
Sudah lima hari karyawan dari perusahaan jasa penyewaan tenda dan dekorasi terbesar di Kota Makassar ini berunjuk rasa melakukan aksi tidur di pinggir jalan depan perusahaan tersebut.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuj ekspresi perasaan kecewa para karyawan karena hak-haknya yang tak kunjung diberikan.
Mereka menuntut Pengelola CV Rachmat segera membayarkan gaji karyawan yang sudah memasuki bulan ke-3.
“Kami sudah 3 bulan tidak terima gaji terhitung April, Mei, Juni. Keluarga kami butuh makan dong,” ujar seorang karyawan.
Koordinator Lapangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sanusi menjelaskan, 42 karyawan CV Rachmat belum mendapat gaji dan pihaknya sering berkoordinasi dengan perusahaan namun tidak mendapat respon apa-apa.
SPSI juga sudah melakukan penyuratan ke Disnaker sebelum menduduki usaha tersebut. Aksi unjuk rasa itupun mendapatkan simpatik dari masyarakat, orang-orang yang melintas dikawasan itu sesekali menepikan kendaraan mereka dan memberikan sumbangan.
Data yang dirilis Dinas Tenaga Kerja Sulsel pada bulan Juni yang lalu menunjukan, sudah 15 ribu lebih karyawan kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19. Ada 15.191 pekerja kehilangan mata pencaharian karena perusahaan tempat mereka bekerja pailit. Sebanyak 15.191 orang pekerja terdiri dari 14.740 pekerja dirumahkan dan 451 orang terkena PHK.
Adapun rincian jumlah karyawan kehilangan pekerjaan :
1. Kota Makassar : 9.346 Pekerja
2. Tana Toraja : 1.616 Pekerja
3. Sinjai : 839 Pekerja
Sementara daerah PHK (451 Pekerja) :
1. Kota Makassar : 274 Pekerja
2. Kota Gowa : 67 Pekerja
3. Kota Palopo : 64 Pekerja
4. Toraja Utara : 37 Pekerja
5. Selayar : 4 Pekerja
6. Bulukumba : 2 Pekerja
7. Kabupaten Sinjai : 2 Pekerja
8. Kabupaten Takalar : 1 Pekerja
“Covid-19 ini menghantam seluruh lini kehidupan. Semoga segera berlalu,” ujar kadisnaker Sulsel.