
Seputar Indoesia Timur – Pusat grosir berupa toko dan kios secara resmi dibuka oleh PT Freeport Indonesia yang bekerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) di Kampung Otakwa dan Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua, Jumat 13 November 2020.
Hal ini dilakukan melalui program pengembangan ekonomi PT Freeport Indonesia, bermitra dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Keuskupan Timik, melakukan program pengembangan ekonomi ini untuk memudahkan masyarakat di Distrik Mimika Timur Jauh dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan barang.
Soni Zonggonao, Superintendent Community Economic Development, perwakilan Manajemen PT Freeport Indonesia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi masyarakat.
Hal ini juga diharapkan untuk dapat terus berlanjut selama operasi pertambangan PT Freeport Indonesia masih berlangsung di Mimika.
Soni yang mewakili PT Freeport juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kepala Distrik Mimika Timur Jauh bapak Yulius Katagam dan bapak Benyamin Meo selaku direktur KMBL dari Keuskupan Timika.

Pembangunan pusat grosir dan kios ini sengaja dipilih di dua kampung di wilayah Mimika Timur Jauh untuk memudahkan masyarakat di wilayah pesisir dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke kota Timika.
Dimana perjalanan ke Kota Timika ini harus menghabiskan banyak waktu dan biaya dan juga untuk menghindari masyarakat dari risiko perjalanan.
PT Freeport Indonesia sendiri berkomitmen untuk mendukung program Pemerintah menjadikan Otakwa atau Ohotya sebagai pusat ekonomi di wilayah bagian timur Mimika. Oleh karena itu dibangunlah pusat grosir ini.
Banyak sekali manfaat yang dirasakan oleh masyarakat di Kampung Otakwa dan Manasari atas keberadaan pusat grosir di Otakwa. Pusat grosir ini bisa melayani masyarakat dari Distrik Agimuga, Distrik Jila, dan kampung-kampung yang berada di sekitar Distrik Mimika Timur Jauh.

Toko dan kios ini menjual berbagai macam barang, sembako dan keperluan masyarakat yang lainnya, seperti sarana nelayan yakni jaring, cooler box, motor tempel dan ketinting. Tidak hanya itu, ada material bangunan, benda rohani, es batu, alat-alat sekolah, pakaian hingga bahan bakar.
Pastor Stefanus Sabinus dari Paroki Mapurujaya lah yang meresmikan dan memberkati pusat grosir dan kios kampung ini.
Pimpinan Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo mengatakan, koperasi yang dia pimpin itu merupakan kepanjangan tangan dari Gereja Katolik Keuskupan Timika.

Untuk kedepannya, masyarakat yang ingin menjual hasil tangkapan ikan tidak perlu lagi jauh-jauh pergin ke pedagang di Kota Timika untuk menjualnya. Hal ini dikarenakan kios kampung yang dikelola oleh KMBL pun bersedia menampung dan membeli hasil tangkapan ikan dari masyarakat. Mereka pun siap membeli dengan harga yang sama seperti tempat yang lain.
Disisi lain, Kepala Distrik Mimika Timur Jauh juga menyampaikan, pusat grosir dan kios kampung sudah sejalan dengan apa yang direncanakan oleh Pemerintah, untuk pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi kampung. Oleh karenanya Pemerintah sangat mendukung didirikannya pusat grosir dan kios kampung di Manasari dan Otakwa.