Tanggapan Kapolda Papua Mengenai Ancaman KKB Terhadap Bupati Intan Jaya

Image result for bupati intan jaya diancam kkb

Seputar Indonesia Timur – Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw berkata, jika roda pemerintahan yang berada di Kabupaten Intan Jaya tidak berjalan dikarenakan situasi keamanan dari Kabupaten Intan Jaya yang tak kondusif.

Karena kondisi keamanan tersebut, semenjak awal 2021, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni dan jajarannya tak berada di kantor di Distrik Sugapa, Ibu Kota Kabupaten.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menginfokan, beberapa waktu lalu dia undang di Jayapura dan Natalis menyampaikan mengenai situasi di Intan Jaya yang memang saat ini sangat tidak kondusif dikarenakan ada banyak hal yang membuat beliau khawatir.

Paulus berkata, jika ada ancaman dari KKB yang ditujukan secara khusus ke Natalis Tabuni.

Dia juga mengatakan, para aparat keamanan akan terus berusaha sekuat tenaga membuat situasi keamanan di Intan Jaya kembali kondusif.

Bukan hanya itu, Paulus juga  berharap kepada pemerintah daerah untuk mendukung upaya TNI-Polri dalam membuat situasi di Intan Jaya kembali kondusif.

Seperti menyiapkan fasilitas yang cukup untuk TNI-Polri memperkuat kekuatan karena di situ masih ada kelemahan. Untuk membangun sesuatu juga memerlukan waktu.

Alasan bupati dan jajaran belum berkantor di Distrik Sugapa

Natalis Tabuni, Bupati Intan Jaya mengaku bahwa sejak awal tahun 2021 belum pernah berkantor di Distrik Sugapa. Dia beserta jajarannya mengkhawatirkan kondisi keamanan yang ada di wilayah tersebut.

Pada akhir tahun 2020, Natalis juga sempat menemani tim gabungan pencari fakta (TGPF) Intan Jaya.

Namun, rombongan mereka justru ditembaki oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Saya sempat juga bersama TGPF ditembaki KKB, tapi memang kalau malam di Sugapa saya tidak nyaman juga,” kata Natalis.

Bukan hanya Natalis saja, aparatur sipil negara (ASN) yang beradad i Pemkab Intan Jaya juga merasakan  ketidaknyamanan ketika berada di Distrik Sugapa. Para ASN sering didatangi anggota KKB yang meminta bantuan. dan dituntut memenuhi bantuan tersebut.

Natalis berkata, bukan hanya dia sendiri, namun seluruh PNS, terutama putra daerah jarang ada di tempat karena mereka dapat ancaman dari KKB. Mereka meminta bantuan uang atau makanan, dan jika tidak diberi. KKB akan datang, mereka akan menuju ke rumah dengan senjata lengkap.

Natalis menjelaskan, jika KKB tidak akan ragu melakukan tindak kekerasan kepada warga yang menolak memberikan bantuan.

“Kalau tidak dikasih mereka eksekusi. Buktinya ada dua warga ditembak karena dianggap dekat dengan aparat. Jadi kalau tidak kasih karena kebetulan tidak ada, lalu dibilang kamu merah putih, jadi kita juga disiksa,” tambah dia.

“Jadi itu keadaan real yang terjadi, kami dengan TGPF saja ditembaki. Wakapolda naik pesawat saja ditembaki, itu di kota loh,” jelas Natalis.