
Seputar Indonesia Timur – Jembatan penghubung yang terdapat di Distrik Abenaho, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, putus karena tersapu banjir besar yang terjadi pada hari Senin (22/2/2021).
Putusnya jembatan ini membuat Kabupaten Yalimo kini terisolasi. Hal ini dikarenakan, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung dari Jayawijaya menuju ke Yalimo.
Kondisi tersebut diperburuk karena akses lain menuju Yalimo dari Jayapura sebelumnya juga sudah terputus setelah sebuah jembatan di Distrik Benawa rusak parah.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mengatakan, Jalur Wamena-Yalimo terputus dari kemarin Senin (22/3/2021). Akses ke Yalimo sebelumnya dapat diakses lewat jalan darat dari Jayapura, namun karena jalannya putus karena jembatan Benawa putus. Oleh sebab itu, kini Yalimo sekarang terisolasi.
Letkol Inf Arif Budi Situmeang juga berpendapat, jika banjir yang melanda Distrik Abenaho cukup deras sehingga membuat jembatan tersebut putus.
Sampai pada sore ini, Arif menginfokan, hujan masih turun di Yalimo. Dan pembangunan jembatan sementara masih belum bisa dilakukan.
“Saya tidak tahu itu kategorinya banjir bandang atau bukan tapi airnya deras dan memang jembatannya belum permanen, masih jembatan sementara. Sampai saat ini belum ada jembatan pengganti karena masih hujan, sampai sekarang masih terputus,” ujar Arif.
Arif memastikan, jika keadaan di Yalimo hingga sekarang masih terkendali. Kebutuhan masyarakat seperti bahan pokok masih tersedia. Pihaknya juga membuka posko kesehatan sebagai antisipasi untuk merawat warga yang merasa sakit.
Pemadaman listrik
Karena putusnya akses ke Yalimo, PT PLN (persero) melakukan penyesuaian operasional pembangkit yang masih menggunakan bahan bakar solar.
Abdul Farid selaku General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menjelaskan, karena hal ini pasokan bahan bakar dari Jayawijaya belum bisa diantar ke Yalimo.
Sebagai langkah antisipasi, PLN pun harus melakukan pemadaman listrik selama enam hari ke depan, dimulai tanggal 23-28 Februari 2021 pada pukul 12.00-18.00 WIT. Hal ini dilakukan guna menekan kebutuhan bahan bakar yang ada sembari menunggu akses jalan dapat dilalui kembali.
PLTD Elelim memiliki daya sebesar 1.100 kW, di mana daya tersebut menyuplai 1.174 pelanggan yang ada di Yalimo dengan beban puncak saat ini mencapai 400 kW.