Wisata Kampung Warna Warni Yoboi di Papua

Seputar Indonesia Timur – Wisata kampung warna-warni saat ini banyak menjamur di Indonesia. Misalnya saja ada Kampung Warna-warni Jodipan, Malang, Jawa Timur; Kampung Warna-warni Legok, Cianjur, Jawa Barat; Kampung Warna-warni Tidar Campur di Magelang; hingga Kampung Warna-warni Yoboi, yang berada di Papua.

Semarak Warna-warni Di Dermaga Kampung Yoboi - I Papua

Kampung Yoboi sendiri terletak di tepi Danau Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Jika ingin mengunjungi kampung ini, wisatawan harus melalui perjalanan udara dan perairan.

Untuk rute perjalanannya dari Bandara Sentani, naik kendaraan selama sekitar 10 menit ke Dermaga Yahim. Dari Dermaga Yahim, perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu selama 10 menit dan membayar Rp 5.000 per penumpang.

Saat tiba di Kampung Yoboi, wisatawan akan melihat rumah-rumah penduduk yang di cat dengan aneka warna.

Hari Suroto seorang Peneliti Balai Arkeologi Papua mengatakan, seluruh rumah dan fasilitas publik, seperti jalan kampung, sekolah, dan lapangan sepak bola di Kampung Yoboi sepintas terlihat seperti terapung di permukaan Danau Sentani.

Kampung Yoboi | Berita Papua

Rumah-rumah penduduk berdiri di sisi kiri kanan jalan utama Kampung Yoboi, memanjang di tepi danau dan seluruh dinding pada rumah-rumah penduduk, dermaga, dan jalan berbahan papan kayu dicat warna warni.

Untuk warna cat dinding rumah akan disesuaikan dengan selera pemiliknya. Contohnya saja, ada tiga rumah penduduk yang dicat dengan warna bendera Belanda. Di mana mereka ternyata penggemar klub sepak bola Belanda.

Wisata Kampung Yoboi Papua: Warna-warni, Tanam Sayur di Air, Sate Ulat Sagu  - Travel Tempo.co

Para wisatawan yang datang pun dapat menyusuri jalan dari dermaga hingga sudut kampung. Namun tidak hanya memiliki permukiman warna-warni, Kampung Yoboi juga memiliki sayur-mayur yang ditanam dalam sebuah kotak persegi panjang di permukaan air, memiliki kuliner khas yang lezat serta hutan sagu yang terletak di sebelah barat Kampung Yoboi.

Masyarakat setempat memanfaatkan hutan sagu ini sebagai sumber makanan pokok tepung sagu, ulat sagu, dan jamur sagu. Tidak hanya sumber makanan pokok, pelepah dan daun sagu juga bermanfaat sebagai dinding dan atap rumah.

Kemudian, demi memenuhi kebutuhan sayuran, warga Kampung Yoboi juga menanam sayur yang di tanam disamping rumah dengan cara yang unik. Sayur-mayur tersebut tumbuh subur di dalam sebuah kotak yang mengapung di atas permukaan air Danau Sentani.

Hari Suroto, mengatakan media tanam sayuran itu berupa tanah humus dari ampas batang sagu, yang mana hasil panen sayurannya sangat organik.

Umumnya, warga Kampung Yoboi menanam bayam, sawi, kangkung, kemangi, daun bawang, seledri, cabai, dan kunyit.

Masalah kuliner, para wisatawan dapat menikmati ikan mujair dan louhan yang diperoleh dari Danau Sentani. Nantinya ikan-ikan tersebut akan diolah dengan dibakar atau digoreng.

Wisatawan juga dapat menikmati salahsatu kuliner yang khas Kapung Yoboi, yakni sate ulat sagu. Bentuk ulat sagu yang cukup besar ditusuk pada sebatang lidi dan hanya diberi garam. Selain itu ada pula papeda bungkus dan sagu bakar.

Setiap tahun nya di Kampung Yoboi juga berlangsung Festival Ulat Sagu. Di sini, wisatawan dapat menikmati kuliner sate ulat sagu, papeda, dan olahan sagu lainnya. Selama fertival, wisatawan juga bisa menyaksikan proses memanen ulat sagu dan menokok sagu.

Jika sudah puas berwisata ke Kampung Yoboi, wisatawan juga bisa mampir ke kampung lain di Danau Sentani. Setidaknya terdapat 22 kampung yang ada di danau terbesar di Papua.

Setiap kampung yang ada pun memiliki ciri khasnya tersendiri. Contohnya saja Kampung Asei yang populer sebagai kampung para pelukis kulit kayu. Ada juga Kampung Abar yang penduduknya bekerja sebagai perajin gerabah.