
Seputar Indonesia Timur – Berita mengenai Papua kini menjadi sorotan setelah polisi mengatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) kini bergerak meninggalkan Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Tindakan tegas dari aparat juga telah dilakukan setelah terjadinya aksi pembakaran fasilitas umum di Distrik Ilaga Utara oleh KKB beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan, KKB sebagai teroris. Hal ini dikarenakan sederet penyerangan di Papua kepada masyarakat sipil dan TNI-Polri oleh KKB.
Hingga sampai saat ini, Pemerintah bersama jajarannya terus mendorong mundur KKB dari Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.
Lalu, apa saja berita Papua hari ini?
SD-Puskesmas Dibakar

Terjadinya pembakaran pada sejumlah fasilitas umum di Distrik Ilaga, Papua. Gedung sekolah dasar (SD), puskemas, hingga akses jalan menjadi sasaran dari KKB.
Setidaknya ada 5 ruang kelas gedung SD Mayubwri, rumah dinas guru, gedung puskesmas lama yang dibakar oleh teroris KKB pada hari Senin (3/5).
“Fasilitas jalan yang di rusak sebagai berikut, Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa, Jalan Wuloni pintu angin,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal.
Banyak juga simpatisan pendukung dari KKB yang membantu aksi pembakaran ini. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok dan melakukan perusakan.
Teroris KKB Mundur dari Ilaga, Papua

Selanjutnya, berita yang berkaitan dengan mundurnya teroris KKB dengan meninggalkan distrik Ilaga setelah mereka dikejar oleh aparat TNI-Polri.
Setelah terjadi pembakaran dan perusakan fasilitas umum oleh KKB, Kapolda Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menegaskan aparat TNI dan Polri untuk terus memburu dan menegakkan hukum terhadap KBB.
“Benar, KKB yang mundur ke arah utara sambil membakar gedung sekolah,” kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Al Qudussy dalam keterangan tertulisnya.
Kini, kondisi di wilayah tengah Ilaga dan bandara juga kini sudah bisa dikendalikan aparat keamanan.
Dari keterangan warga sekitar, pelaku pembakaran SD, rumah guru dan puskesmas adalah kelompok yang juga melakukan penembakan kepada tukang ojek dan pelajar di Ilaga.
Internet Papua Mati
Masyarakat Papua tidak dapat melakukan aktivitas belajar maupun bekerja secara online selama beberapa hari ini karena akses internet yang terputus.
Informasi dari salah satu warga, Hari Suroto, internet Papua mati semenjak Jumat (30/4) lalu sekitar pukul 22.00 WIT. Karena terputusnya internet, masyarakat hanya bisa mengandalkan telepon dan SMS untuk berkomunikasi.
Matinya akses internet ini berdampak buruk pada aktivitas belajar dan bekerja online yang masih dijalankan sejak pandemi Covid-19. Tidak hanya itu, sejumlah SPBU tidak dapat beroperasi karena harus menggunakan koneksi internet.
Walaupun begitu, sejumlah layanan ATM dan Bandara masih tetap beroperasi normal.
Sampai pada saat ini, Telkom masih fokus untuk mempercepat proses pemulihan layanan Telkom Group di Jayapura yang terdampak akibat putusnya Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SMPCS.
Pihak Telkom pun alasan terkait internet Papua yang mati selama lima hari terakhir. Internet di Papua mati akibat putusnya kabel bawah laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak – Sarmi.
“Proses perbaikan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan jaringan Palapa Ring Timur, pemanfaatan link-link Satelit dan penggunaan Radio IP terrestrial,” ujar Vice President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono.
Pujo juga mengatakan, jika terputusnya kabel laut fiber optic diperkirakan akibat faktor alam karena terdapat di kedalaman 4.050 meter.
Perbaikan SMPCSÂ sendiri ditargetkan akan selesai di minggu pertama Juni 2021 karena memerlukan proses penyambungan kabel dengan kapal khusus.