
Seputar Indonesia Timur – Evanwello Sameaputty (24), seorang atlet anggar yang tergabung dalam kontingen Maluku pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, meninggal dunia.
Dia meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Ambon, pada Minggu (25/7/2021) 09.40 WIT.
Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku untuk menjalani perawatan medis, namun Evanwello tidak dapat tertolong dan menghebuskan nafas terakhirnya.
Kepala Kepolisian Resor Kota Ambon dan Pulau-pulau, Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi ketika mobil angkot bernomor polisi DE 1663 LU yang dikendarai Yordan Mailoa berjalan dari arah Halong menuju pusat kota Ambon.
Kendaraan yang dikendarai Yordan tersebut melintas di lokasi kejadian, ketika berada di daerah pertigaan masuk Lantamal IX Ambon dan hendak berpindah lajur jalan, tak disangka korban yang mengendarai sepeda motor Yupiter MX muncul secara tiba-tiba dari arah berlawanan.
Korban muncul secara tiba-tiba dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak mobil angkot.
“Pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi dengan kondisi motor sudah oleng dan hilang keseimbangan lalu menabrak bagian depan mobil angkot sehingga pengendara langsung terjatuh di depan mobil angkot,” terang Leo.
Kemudian, Leo juga membenarkan jika korban merupakan seorang atlet anggar yang tergabung dalam kontingen Maluku di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX di Papua.
Polisi langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan. Mereka juga langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Anggota juga mengamankan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujarnya.
Secara terpisah, Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku, Isack Tulalessy mengakui bahwa korban merupakan salah seorang atlet Anggar yang tergabung dalam kontingen Maluku di PON ke-XX Papua.
“Betul (korban) meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas tadi pagi di Halong,” kata Isack Tulalessy.
Pemakaman jenazah korban sudah dilakukan pada Senin (26/7/2021), yang sebelumnya disemayamkan di rumah dula di Desa Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan.
Karena kecelakaan tersebut, Isack mengungkapkan, KONI Maluku dan seluruh atlet yang tergabung dalam kontingen Maluku di PON Papua, juga para pelatih merasa sangat kehilangan dan berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya.
“Kita sudah mengikuti Pelatda sejak tahun lalu dan hanya tersisa dua bulan lagi kita tampil di PON tapi kecelakaan ini terjadi, kami sangat merasa kehilangan sekali,” ujarnya.