Tersangka Penyerang Pos TNI di Maybrat Dibekuk Aparat

Seputar Indonesia Timur – Lima tersangka yang menyerang Pos Ramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat dan menyebabkan 4 anggota TNI gugur dibekuk oleh Aparat Gabungan TNI-Polri.

Kombes Polisi Adam Erwindi selaku Kabid Humas Polda Papua Barat mengatakan, dari 5 tersangka yang diamankan oleh Aparat Gabungan TNI-Polri ini, 3 orang merupakan DPO, dan 2 orang lainnya merupakan tersangka baru.

“Jadi, tiga orang yang diamankan ini mereka berstatus DPO yang sebelumnya telah kita tetapkan. Sedangkan dua orang lainnya merupakan tersangka baru. Setelah diamankan dan diperiksa, ternyata mereka berdua juga terlibat dalam penyerangan itu,” kata Kabid Humas, Kamis (30/9).

Adam juga menjelaskan nama dari 5 tersangka tersebut, tiga DPO itu masing masing Robi Yaam, Amos KI dan Agus Yaam. Sedangkan dua tersangka baru adalah Yakobus Worait dan Lukas KI.

“Yakobus Worait diamankan pada 27 September oleh tim gabungan di perbatasan Klamono, Sorong. Menyusul tersangka lain yang diamankan di Kampung Kokas, Sorong Selatan dan di kampung Morait, Maybrat,” jelasnya.

Adam juga mengatakan, saat ini kepolisian masih memburu 14 DPO lain penyerang Posramil Kisor di Maybrat, termasuk Manfred Fatem dan juga Ketua KNPB sektor Kisor, Silas KI.

“Kami kembali Imbau agar para DPO segera menyerahkan diri. Tidak ada tempat untuk kalian. Aparat akan terus melakukan pengejaran,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Polres Sorong Selatan menetapkan 17 nama yang masuk dalam DPO terkait penyerangan Pos Koramil Kisor, yang berada di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Kapendam XVIII Kasuari, Kolonel Hendra Pesireron mengungkapkan jika motif para pelaku penyerangan Pos Koramil Kisor dikarenakan terganggu dengan kehadiran TNI.

Tidak sampai disitu, Hendra juga mengatakan, kehadiran prajurit TNI di sana itu disambut baik oleh masyarakat setempat. Hal ini lah yang diduga menjadi pemicu aksi penyerangan dari kelompok separatis tersebut.

“Mendapat sambutan hangat dan positif dari masyarakat dan yang sudah berbuat untuk masyarakat,” ucap Hendra.