
Seputar Indonesia Timur – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Papua mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua di periode triwulan atau kuartal III 2021 naik 14,54 persen. Angka itu bisa dibilang yang tertinggi dibanding 33 provinsi lain yang ada di Indonesia.
“Papua pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Kita pada triwulan III tumbuh sebesar 14,54 persen,” ungkap Kepala KPw BI Papua Naek Tigor Sinaga, di Jayapura..
Tigor mengatakan, tingginya pertumbuhan ekonomi Papua, dipengaruhi oleh kinerja sektor pertambangan yang meningkat. Semua ini berkat kontribusi terbesar yang berasal dari PT Freeport Indonesia.

Tidak hanya itu, momentum pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI yang dilaksanakan di Papua beberapa waktu lalu juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
“Tercatat, kontribusi sektor tambang saat ini mencapai 54,6 persen. Sementara PON sendiri dinilai sebagai momentum pemulihan sektor non tambang,” ujarnya.
Agar pertumbuhan ekonomi bisa terus dipertahankan, BI menyarankan supaya pelaku ekonomi di Papua bisa segera berintegrasi ke dunia digital. Apalagi, pandemi Covid-19 belum juga berakhir, yang mana membuat kegiatan ekonomi secara digital sangat diperlukan.
“Digitalisasi itu penting, apalagi pembentukan tim percepatan dan perluasan digital menjadi kunci, karena tren digital menjadi motor penggerak, di samping usaha produktif lain,” ucap Tigor.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua M. Ridwan Rumasukun mengatakan, Pemprov Papua akan terus mendorong sinergitas antara pemangku kepentingan dengan pelaku usaha supaya pertumbuhan ekonomi bisa terus ditingkatkan.
Walaupun Papua dikatakan memiliki sumber daya alam yang melimpah, Pemprov Papua ingin sektor perdagangan dan produksi dapat terus ditingkatkan untuk meminimalisasi ketergantungan Papua dari sektor tambang.
“Dengan keunggulan SDA yang kita miliki serta tekad kita untuk menjadi lebih baik, saya yakin visi Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera bisa terwujud,” kata Ridwan.