Insiden Ricuh Persipura vs Adhyaksa FC Berujung Penutupan Stadion


Seputar Indonesia Timur — 
Kerusuhan yang terjadi usai pertandingan antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC membuat Pemerintah Provinsi Papua mengambil langkah cepat dengan menutup sementara Stadion Lukas Enembe.

Keputusan tersebut diambil untuk mendukung proses pemulihan dan perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat aksi ricuh seusai pertandingan Championship 2025/2026 pada Jumat (8/5).

Gubernur Papua, Matius D Fakhiri, mengatakan Stadion Lukas Enembe memiliki arti penting bagi masyarakat Papua karena menjadi simbol perkembangan olahraga, khususnya sepak bola di Tanah Papua.

Menurutnya, stadion tersebut bukan hanya tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat serta identitas kuat bagi Persipura Jayapura.

Pemprov Papua Fokus Perbaikan Stadion

Pemerintah Provinsi Papua memastikan akan bertanggung jawab terhadap seluruh kerusakan fasilitas yang muncul akibat insiden tersebut.

Proses perbaikan stadion disebut akan segera dilakukan agar fasilitas olahraga itu bisa kembali digunakan secara aman dan nyaman untuk berbagai kegiatan pertandingan maupun event olahraga lainnya.

Tak hanya melakukan perbaikan fisik, pemerintah daerah juga berencana mengevaluasi sistem pengamanan pertandingan bersama manajemen Persipura.

Langkah evaluasi itu dilakukan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pihak klub agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Matius menilai kerja sama yang baik antara seluruh pihak sangat penting demi menjaga keamanan pertandingan dan kenyamanan penonton.

Suporter Diimbau Jaga Sportivitas

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua juga mengingatkan masyarakat serta para pendukung Persipura agar tetap menjaga sikap sportif saat menyaksikan pertandingan sepak bola.

Ia menegaskan kemenangan maupun kekalahan merupakan hal biasa dalam kompetisi olahraga dan seharusnya tidak berujung pada tindakan anarkis.

Menurut Matius, masyarakat Papua yang mencintai Persipura diharapkan dapat menjadi penonton yang tertib dan ikut menjaga fasilitas stadion sebagai aset kebanggaan daerah.

Pemerintah Provinsi Papua juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kerusuhan yang terjadi di Stadion Lukas Enembe.

Insiden tersebut sebelumnya sempat menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan dan menjadi perhatian publik.

Pemprov Papua berharap kejadian itu dapat menjadi pelajaran bersama agar atmosfer sepak bola di Papua tetap aman, kondusif, dan penuh sportivitas.