Papua Tengah Perkuat Pendidikan Lewat Dana Rp77,8 Miliar


Seputar Indonesia Timur — 
Akses pendidikan yang merata masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Papua. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah kembali memperkuat komitmennya dengan mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah guna mendukung program pendidikan gratis bagi ribuan pelajar pada tahun 2026.

Lewat program ini, pemerintah berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.

Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sebesar Rp77,8 miliar untuk membiayai pendidikan gratis bagi siswa jenjang SMP, SMA, SMK, SLB, hingga penghuni asrama sekolah selama tahun 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan bagi 58.920 siswa yang tersebar di berbagai wilayah Papua Tengah. Menurut Meki, program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.

Pendidikan Gratis untuk Ribuan Siswa di Delapan Kabupaten

Meki menyebut Papua Tengah menjadi salah satu provinsi di Tanah Papua yang memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan melalui pengalokasian anggaran pendidikan gratis dalam jumlah signifikan.

Dengan adanya program tersebut, pemerintah ingin memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terkendala masalah biaya. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting untuk membangun masa depan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain membantu siswa yang sedang menempuh pendidikan dasar dan menengah, program ini juga mencakup dukungan bagi sekolah berasrama yang selama ini menjadi solusi bagi pelajar yang tinggal di daerah terpencil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Nurhaidah Nawipa menjelaskan program pendidikan gratis tersebut menjangkau 148 sekolah tingkat SMP serta 132 SMA, SMK, SLB, dan asrama sekolah yang tersebar di delapan kabupaten.

Dana program berasal dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang disalurkan langsung kepada sekolah penerima manfaat. Menurut Nurhaidah, kebijakan ini telah menunjukkan dampak positif sejak mulai dijalankan pada tahun sebelumnya.

Pemerintah Perkuat Kualitas dan Kesejahteraan Guru

Selain fokus pada pembiayaan pendidikan siswa, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui program sertifikasi guru.

Pada tahun 2025, pemerintah telah memfasilitasi sertifikasi bagi 801 guru. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 dengan target 1.000 guru dan kembali ditingkatkan pada 2027 dengan jumlah yang sama.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan hampir 3.000 guru memperoleh sertifikasi dalam kurun waktu tiga tahun. Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan tambahan insentif guna meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik.

Meki menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa hanya berfokus pada siswa, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran.

Ia berharap seluruh program pendidikan yang telah disiapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah, guru, dan siswa. Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga membangun karakter yang kuat, jujur, dan memiliki integritas tinggi.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis kualitas pendidikan di wilayahnya akan terus meningkat sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.