
Seputar Indonesia Timur – Penyebaran Virus Corona di Indonesia dapat di katakan semakin meluas. Hal ini berimbas pada banyak faktor, salah satunya adalah faktor pariwisata.
Banyak tempat wisata yang harus tutup untuk mencegah penyebaran Virus Corona di Indonesia. Mereka pun harus menutup tempat wisata ini untuk sementara waktu. Salah satunya tempat wisata yang ada di daerah Sulawesi Selatan.
Setidaknya ada 6 tempat wisata di Sulawesi Selatan yang harus di tutup untuk sementara waktu hingga dua pekan kedepan. Salah satunya adalah Anjungan Pantai Losari. Tidak hanya itu pemerintah kota juga akan menerapkan pembatasan jam operasional untuk Mall, Tempat Hiburan Malam, tempat karaoke, dan panti pijat. Selama penutupan akan dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan.
“Kami minta maaf kepada masyarakat jika ada yang merasa dirugikan atau tidak nyaman dengan kebijakan ini. Percayalah, ini salah satu pencegahan terbaik dalam melawan risiko penularan virus Covid 19,” ujar Pejabat Wali Kota Makasar M Iqbal Samad Suhaeb.
Berikut ini adalah daftar tempat wisata yang di tutup sementara untuk pencegahan penyebaran Virus Corona.
1. Anjungan Pantai Losari

Pemerintah Kota makasar tidak hanya menutup sementara Anjungan Pantai Losari, namun juga seluruh kegiatan yang biasanya ada di pantai Losari pun tidak bisa lagi digelar.
Untuk akses jalan ke Pantai Losari hanya dibuka untuk kepentingan sholat saja, mengingat dimana jalur menuju masjid terapung hanya dapat di lalui melalui Pantai Losari.
Pantai Losari ditutup sejak 18 Maret 2020. Selain itu Pemerintah Kota juga mengtur jam operasional tempat hiburan malam yang harus tutup dua jam lebih awal dari biasanya.
2. Benteng Fort Rotterdam

Selain pantai Losari, ada Benteng Fort Rotterdam yang di tutup sampai waktu yang belum di tentukan.
3. Taman Nasional Taka Bonerate

Taman Nasional Taka Bonerate adalah taman laut yang terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Kawasan ini terletak di Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Mempunyai luas 220.000hektar dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km².
Namun tempat wisata ini tutup sementara mulai mulai 20 Maret 2020 hingga waktu yang belum ditentukan.
4. Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung

Objek wisata Bantimurung sudah ditutup untuk mencegah persebaran virus Corona di Kabupaten Maros. Terdapat spanduk pemberitahuan penutupan sementara di depan pintu masuk Bantimurung. Tempat wisata ini di tutup hingga waktu yang belum ditentukan.
Penduduk sekitar yang juga bekerja sebagai pengusaha souvenir di depan wisata Air terjun Bantimurung mengeluhkan penutupan ini, pasalnya itu akan menghilangkan mata pencarian mereka.
“Saya tutup kiosku, karena sedangkan masi buka (Bantimurung) biasa berhari-hari tidak ada yang beli, kecuali kalau sabtu atau minggu,” ujar salah satu pedagang souvenir di Bantimurung, Syamsiar.
“Tapi saya tetap dukung, apalagi ini ditutup untuk kebaikan kita sendiri,” lanjutnya.
Syamsiar sendiri berharap kasus ini segera diselesaikan oleh pemerintah, sehingga lingkungan Bantimurung bisa kembali seperti semula.
Adapun tempat wisata yang ditutup adalah Air terjun Bantimurung, Bantimurung Water Park, Taman Pra-sejarah Leang-leang, Kawasan Wisata Rammag-rammang, dan Museum Daerah Maros.
5. Gowa Discovery Park

Gowa Discovery Park terletak di Jalan Tumanurung Benteng, Barombong, Somba Opu. Gowa Discovery Park memadukan wahana waterboom, taman burung, dan outbound. Tempat ini biasanya buka setiap hari. Namun karena pandemic virus ini Gowa Discovery Park harus di tutup sementara waktu.
6. Museum Kota Makassar

Museum ini terletak di gedung balai kota lama di tengah kota Makassar, gedung yang dipakai merupakan gedung yang bersejarah yang telah berdiri di masa penjajahan Belanda di tahun 1916 dan juga bekas kantor walikota Makassar
Museum kota Makassae di resmikan pada tanggal 7 Juni 2000 dengan maksud untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas dan sejarah kota Makassar serta budaya penduduk Makassar yang pluralistic.
Maraknya penyebaran virus corona, mengharuskan tempat ini tutup sementara dari kunjungan warga dan wisatawan. Penutupan ini di mulai 17 Maret 2020 sampai batas waktu yang belum di tentukan.