Banjir Rob Melanda Seram Timur, 1.318 Warga Mengungsi

Seputar Indonesia Timur – Tiga desa yang berada di Kecamatan Bula Barat, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku dilanda banjir rob, pada Selasa (22/2). Ketiga desa tersebut adalah Desa Sesar, Desa Bula dan Desa Hote, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Dikatakan, Kapolres AKBP Adre Sukahendra, warga yang terdampak banjir rob tersebut tercatat 300 lebih KK atau 1.318 jiwa. Akan tetapi, kini pihaknya masih memastikan banjir rob tersebut tidak memakan korban jiwa.

“Peristiwa ini tidak menelan korban jiwa. Namun, ada warga mengungsi di Markas TNI-AD Kompi Elang Desa Sesar,” kata Adre , ketika meninjau lokasi banjir rob, Selasa (22/2).

Ia menjelaskan, jika banjir rob tersebut dipicu pasang surut air laut akibat dampak dari cuaca ekstrem.

Tanggul penahan ombak sepanjang 250 meter ambruk, dua jembatan penghubung yang dibangun masyarakat yakni jembatan Kolstore di Desa Sesar dan jembatan Polairud Seram Bagai Timur roboh, akibat terjangan banjir rob itu.

Tidak hanya itu, banjir rob juga menerjang Pos Polairud Seram Timur yang nyaris roboh, satu unit speedboad milik Polairud kandas dan speedboad milik pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur terdampar.

Kerugin yang ditimbulkan

Adre juga menjelaskan adanya kerugian materiil berupa kerusakan fasilatas umum dan rumah imbas banjir rob yang terjadi. Tetapi, pihaknya belum melakukan pendataan secara rinci mengenai kerugian materiil tersebut.

Jamaludin Mamulati yang merupakan Kepala Desa Sesar mengungkapkan, bahwa banjir rob ini baru pertama kali menerjang Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Akibat gelombang pasang tanggul penahan ombak sepanjang 250 meter roboh dan permukiman penduduk kemasukan air,”ungkapnya.

Jamaludin menambahkan, jika saat ini warga yang terdampak memilih untuk mengungsi ke markas TNI AD.

Kemudian untuk kerusakan rumah warga, dia menjelaskan jika belum sempat mendata kerusakan rumah warga yang terdampak, pasalnya kondisi banjir rob yang masih menerjang rumah warga.

“Ada rumah yang rusak dan fasilitas umum namun untuk jumlahnya belum terdata karena warga masih memilih mengungsi,” jelasnya.

Sampai saat ini, aparat TNI dan Polri sudah dikerahkan untuk mengevakuasi warga dan barang-barang berharga ke Markas TNI AD, ketika rumah-rumah penduduk terendam banjir rob.

Berdasarkan perkiraan cuaca yang dipantau dari BMKG pada Selasa (22/2), wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur masih memiliki potensi hujan lebat, angin kencang dan disertai petir terjadi di Bula, Tutuk Tulo, Kilmury, dan Kian Darat.