
Seputar Indonesia Timur — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana selama tujuh hari hingga 5 Februari 2026. Keputusan ini diambil karena delapan desa di wilayah tersebut masih terisolir dan belum bisa dijangkau melalui jalur darat.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menjelaskan desa-desa yang terisolir berada di Kecamatan Linge dan Ketol. Hingga kini, akses menuju wilayah tersebut masih tertutup material longsor.
“Hingga hari ini masih ada delapan desa di dua kecamatan yang terisolir,” ujar Haili Yoga, Kamis (29/1).
Akses Darat Lumpuh Akibat Longsor
Banyak titik jalan tertimbun longsor, sementara sejumlah jembatan dilaporkan putus. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Karena itu, distribusi bantuan logistik ke desa-desa terdampak hanya bisa dilakukan lewat jalur udara. Pemerintah daerah terus berupaya membuka akses darat agar mobilisasi bantuan lebih cepat dan merata.
Perpanjangan ini menjadi yang ketujuh kalinya sejak bencana terjadi.
Haili Yoga menegaskan kapasitas daerah terbatas untuk menangani kerusakan skala besar. Ia berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dapat membantu percepatan pemulihan.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur membutuhkan dukungan lintas pihak karena banyak fasilitas rusak berat.
Data Korban dan Kerusakan Terbaru
Berdasarkan laporan posko tanggap darurat per Kamis (29/1):
- Korban meninggal: 25 orang
- Hilang: 3 orang
- Pengungsi: 5.266 jiwa di 61 titik
- Sekolah rusak: 39 unit
- Pesantren terdampak: 8 unit
- Puskesmas rusak: 3 unit
- Titik jalan rusak: 119 lokasi
- Jembatan rusak/putus: 66 unit
Pemerintah terus memprioritaskan keselamatan warga sekaligus percepatan pemulihan akses.