Perilaku Pelaku Teror Mabes Polri, Zakiah Aini “Pendiam dan Lebih Banyak di Kamar”

Seputar Indonesia Timur – Zakiah Aini (25), pelaku teror di Mabes Polri diketahui adalah seorang yang tertutup.

Hal ini diungkapkan oleh Kasdi selaku Ketua RT 003/010. Kasdi menjelaskan, jika dia sendiri tidak pernah melihat pelaku keluar rumah.

“Kata kakaknya, kalau pelaku (Zakiah) keluar di teras itu paling beberapa menit saja, setelah itu langsung balik tuh masuk ke dalam kamar,” kata Kasdi.

Kasdi menambahkan, jika Zakiah lebih senang menghabiskan waktunya di dalam kamar.

“Dia betahnya di kamar. Anak saya sering main ke rumahnya, jarang ketemu. Anak saya kan mainnya sama keponakannya (Zakiah),” jelas Kasdi.

Zakiah sendiri diketahui tinggal bersama kedua orangtua dan satu keponakannya, jadi ada empat orang yang ada di rumah tersebut.

“Sebelum saya di sini, dia udah di sini,” tambah pria yang tinggal di RT 003/010 Kelapa Dua Wetan sejak 1997 itu.

Sebelumnya, Rabu (31/3/2021) sore, Zakiah melakukan aksi penyerangan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

3 Fakta ZA Pelaku Teror di Mabes Polri, Berideologi ISIS hingga Ikut Les  Tembak - Pikiran Rakyat Tasikmalaya

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bahwa Zakiah merupakan pelaku penyerangan tunggal, atau dikenal dengan istilah lonewolf. Diketahui juga jika pelaku secara terang-terangan mendukung organisasi teror ISIS.

Saat jumpa pers di Mabes Polri Rabu (31/3/2021) malam, Listiyo mengatakan, yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku lone wolf beridiologi ISIS. Hal tersebut terbukti dari postingannya di sosial media. Di mana Zakiah membuat akun Instagram beberapa jam sebelum dia melakukan aksi teror tersebut.

Pada akun sosial medianya itu, ia mengunggah foto bendera ISIS dan keterangan tulisan terkait jihad ISIS.

Kronologi Kejadian

6 Fakta Zakiah Aini, Penyerang Mabes Polri yang Sebar Jihad ISIS via WAG

Dijelaskan oleh Kapolri, awalnya Zakiah Aini masuk ke kompleks Mabes Polri lewat pintu belakang. Akses tersebut biasa digunakan masyarakat yang hendak masuk ke kompleks Mabes Polri.

Pada pintu belakang tersebut. ada pos yang di jaga oleh sejumlah polisi. Di mana mereka akan memeriksa setiap orang yang hendak masuk, mereka harus melewati pemeriksaan tubuh dan barang bawaan.

Namun, hingga saat ini tidak dijelaskan bagaimana kronologi Zakiah berada di dalam Kompleks Mabes Polri dengan membawa senjata api.

Pelaku yang kemudian berjalan ke arah pos penjaga di depan Mabes Polri sempat bertanya di mana lokasi kantor pos lalu diarahkan oleh petugas.

Pelaku pun kemudian kembali ke pos penjaga, setelah dari kantor pos lalu menyerang polisi.

Pos penjaga itu dekat dengan Gedung Rupatama, tempat Kapolri berkantor.

Kapolri menjelaskan, pelaku saat itu menembak sebanyak enam kali dan kemudian polisi menembak mati pelaku.

Jenazah pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diotopsi. Setelah proses otopsi, jenazah langsung dibawa ke TPU Pondok Ranggon, Jaktim, pada Kamis dini hari. Setelah itu, jenazah langsung dimakamkan tanpa dibawa ke rumah duka.