
Seputar Indonesia Timur – Sebanyak 300 personel Brimob dikirim Polri ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua dalam rangka mengantisipasi penolakan atas pembentukan tiga provinsi baru di Papua.
AKBP Aleks Tobing selaku Komandan Batalion C Resimen II Pasukan Pelopor Brimob Polri mengatakan, 300 personel tersebut akan membantu Polres Jayawijaya menjaga keamanan di sana.
“Personel Mabes Polri ini tugasnya membantu Polres Jayawijaya terkait rencana penetapan DOB. Jadi sudah jelas menambah perkuatan,” ujarnya sebagaimana dikutip Antara.
Sementara, Polres Jayawijaya, AKBP Muh Safei, mengungkapkan 300 Brimob tersebut akan membantu 187 personel yang sampai saat ini telah disiagakan.
Dia berharap agar masyarakat dapat menerima kebijakan pemerintah pusat, sebab ada tujuan baik, yaitu pemerataan pembangunan di Papua.
“Harapannya masyarakat harus mendengar pimpinan kita karena pimpinan yang ada, ini adalah wakil Tuhan yang ada di dunia,” ujarnya.
Seorang pejabat TNI dari Batalion Infantri 756/Wimane Sili menyatakan siap memberi dukungan kepada polisi dalam menjaga urusan keamanan di Papua setelah adanya penetapan tiga provinsi baru.
Seperti diketahui, DPR baru saja mengesahkan rancangan undang-undang, di mana menjadi undang-undang tentang pembentukan tiga provinsi baru di Papua lewat paripurna di hari ini, Kamis (30/6).
Tiga daerah otonomi baru tersebut antara lain Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Untuk Papua Tengah akan beribukota di Nabire. Sementara ibu kota Papua Pegunungan berlokasi di Jayawijaya dan Papua Selatan akan beribu kota di Merauke.