
Seputar Indonesia Timur – Diduga, KM Express Cantika 77 yang terbakar dan memakan 14 korban meninggal dunia di Kupang, NTT di sebabkan karena kelebihan muatan.
Diketahui, jumlah penumpang yang dievakuasi dalam peristiwa dengan manifest ini berbeda. Sebab, ketika tim gabungan yang melakukan pencarian dan evakuasi, mereka menemukan ada 240 orang yang dievakuasi.
Padahal dari data manifest hanya ada 177 orang. Yang mana mereka terdiri dari 167 penumpang umum dan sepuluh ABK.
“Iya benar, diduga kelebihan penumpang,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, I Putu Sudayana seperti dikutip dari CNNIndonesia.com

Dari Manifest yang diterima hanya ada 177 orang yang berada di dalam kapal KM. Express yang terbakar. Akan tetapi, faktanya dari korban yang dievakuasi oleh tim gabungan terdapat 240 orang.
“Kelebihannya sekitar 63 orang,” jelas Putu.
Seperti diberitakan, dari 240 orang yang dievakuasi, total 226 orang selamat. Namun sebanyak 14 orang harus meninggal dunia.
Dari informasi yang diperoleh, terdapat 97 orang yang sedang dalam perjalanan menggunakan kapal Antareja milik SAR Kupang dari Naikliu menuju Kupang. Dari total 97 orang tersebut ada 7 korban meninggal dan 90 orang yang selamat.
Kapal Motor Express Cantika 77 Terbakar

Diketahui, Kapal Motor Express Cantika 77 terbakar ketika sedang berlayar l dari pelabuhan tenau kupang menuju ke Kalabahi Kabupaten Alor pada Senin (24/10) sekitar pukul 13.40 wita.
Saat itu, Kapal KM Express Cantika 77 bertolak dari Pelabuhan Tenau Kupang pada Senin (24/11) pukul 11.00 Wita menuju Kalabahi, Alor. Akan tetapi; sekitar pukul 13.40 kapal terbakar di sekitar Tanjung Gemuk, Desa Afoan, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.
Irwan juga mengatakan, jika kapal tersebut mengangkut 177 orang yang terdiri dari 167 penumpang dan 10 ABK.
“Penumpangnya 177 orang, 167 penumpang umum dan 10 ABK,” terang Kapolres Kupang, AKBP. FX. Irwan Arianto.
Dilihat dari rekaman video yang beredar ketika terjadi kebakaran di KM Express Cantika 77, para penumpang terlihat panik dan naik ke atas palka bagian depan kapal.
Sementara pada bagian atap kapal juga terlihat api membumbung disertai asap yang tebal. Dari rekaman video tersebut juga terlihat, para penumpang menggunakan rompi pelampung berwarna oranye sambil meminta pertolongan.