Fenomena Hujan Es di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Seputar Indonesia Timur – Hujan es terjadi di beberapa wilayah di Indonesia beberapa waktu terakhir ini. Beberapa diantaranya terjadi di Buleleng, Bali, dan NTT. Tak khayal, beberapa netizen membagikan video fenomena hujan es yang terjadi di Buleleng, Bali.

Fenomena hujan es ini terjadi tepatnya di Banjar Dinas Dadap Putih, Desa Tista, Busungbiu, Buleleng, Bali, Minggu (22/11/2020). Hujan es ini menggutur Dadap Putih sekitar 15 menit dengan ukuran sebesar biji kopi.

Hal ini pun juga dibenarkan oleh Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, dimana hujan es terjadi sekitar pukul 12.30 WITA dan berlangsung sekitr 30 menit.

Sebelum hujan, langit tampak mendung tebal dan disertai dengan angin yang kencang. Lalu turun hujan lebat yang disertai dengan butiran es yang mengguyur sekitar lingkungan desa. Untungnya, fenomena ini tak sampai menyebabkan korban jiwa atapun material.

Namun, tak hanya di Bali, video mengenai hujan es ini juga terjadi di Lombok Timur. Seperti video yang diunggah olwh salah satu netizen yang berada di Pos 7 Gunung Slamet. Video tersebut diunggah oleh akun @exploregunung_.

 

Sebelumnya juga dilaporkan adanya hujan es sebesar kelereng yang terjadi di Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT.

Kepala Subbid Peringatan Dini Cuaca BMKG Agie Wandala Putra menjelaskan mengenai fenomena hujan es tersebut, dalam ilmu meteorologi, hujan es disebut dengan hail.

Hail atau hujan es sendiri merupakan presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Dimana proses pembentukannya melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku.

Umumnya, es yang terjadi dengan proses ini berukuran besar. Karena ukurannya yang besar dan terkena suhu yang relatif lebih hangat, tidak semua es bisa mencair saat turun ke arah yang lebih rendah.

Agie menjelaskan, proses lain yang dapat menyebabkan hujan es  ini adalah pembekuan  uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Setelah terjadi pengembunan yang mendadak, terbentuklah es dengan ukuran yang besar.

Agie menambahkan, fenomena hujan es atau hail ini adalah fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi. Fenomena ini terjadi saat masa transisi atau pancaroba. dimana adanya hujan lebat atau hujan es yang juga disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdurasi singkat.

Fenomena ini juga terjadi pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya. Seperti yang sedang terjadi saat ini, mulainya penguatan monsun Asia, jadi dalam beberapa waktu ke depan curah hujan akan kembali meningkat di Tanah Air.