
Seputar Indonesia Timur — Seperti dilaporkan, total ada 450 prajurit Yonif 644/Walet Sakti yang dikirim ke Papua dari Pelabuhan Dwikora, Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka semua akan menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini (PNG).
“Para prajurit akan terlebih dahulu menjalani Latihan Pratugas di Pusdiklatpassus Batujajar, Jawa Barat, selama satu bulan sebelum diterjunkan ke wilayah operasi di Papua,” jelas Kasdam XII/Tanjungpura Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, di Pontianak, Kamis (3/4), melansir dari Antara.
Jannie menuturkan, bahwa tujuan dari latihan ini untuk menguji kesiapan personel ketika menghadapi beragam tantangan di lapangan. Di mana termasuk penguasaan taktik tempur, intelijen, hukum, dan juga kerja sama dengan aparat setempat.
“Dalam latihan ini, prajurit akan dilatih menghadapi berbagai skenario, seperti potensi serangan terhadap personel, gangguan keamanan di pos perbatasan, hingga ancaman terhadap fasilitas umum,” tuturnya.
“Mereka juga dibekali kemampuan berkoordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat guna menjaga stabilitas wilayah,” imbuhnya.
Selain itu, Jannie menekankan pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan bagi seluruh personel.
“Berangkat dalam keadaan siap dan waspada. Hilangkan anggapan bahwa daerah tugas adalah zona aman, agar naluri tempur tetap terjaga. Pastikan berangkat 450 dan kembali 450,” ucapnya.
Sebagai informasi, tugas pengamanan perbatasan mempunyai tantangan tersendiri, terutama dalam mencegah penyelundupan, pergerakan kelompok separatis, dan menjaga ketertiban masyarakat di daerah operasi.
Oleh sebab itu, Jannie mengingatkan setiap prajurit agar selalu menjunjung tinggi disiplin, menjaga profesionalisme, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Jaga kehormatan sebagai prajurit Tanjungpura, selalu mengandalkan Tuhan Yang Maha Esa, dan berikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” katanya.