
Seputar Indonesia Timur — Isu keamanan di wilayah Papua kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dampak operasi militer terhadap warga sipil. Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyampaikan sejumlah tuntutan terkait peristiwa yang terjadi di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jayapura pada Senin (20/4/2026), KNPB menyebut operasi militer yang berlangsung pada 14 April 2026 berdampak langsung terhadap masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Menurut keterangan KNPB, insiden tersebut terjadi di Kampung Tenoti dan Kampung Kumikomo. Mereka melaporkan adanya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak, sementara lima orang lainnya mengalami luka-luka. Di antara korban yang disebutkan terdapat warga dari berbagai usia, termasuk seorang anak berusia lima tahun.
Informasi ini disampaikan sebagai bagian dari pernyataan resmi KNPB kepada publik. Hingga kini, belum ada rincian lebih lanjut dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap kejadian tersebut.
Desakan Penghentian Operasi Militer
Menanggapi peristiwa itu, KNPB mendesak agar seluruh operasi militer di wilayah pemukiman warga, khususnya di Distrik Kembru, segera dihentikan.
Mereka menilai keberadaan operasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terhadap keselamatan masyarakat sipil, terutama yang berada di lokasi pengungsian.
Selain itu, KNPB juga menyerukan agar aparat keamanan menarik pasukan dari wilayah Kabupaten Puncak dan Papua secara umum guna meredakan ketegangan.
KNPB turut meminta adanya investigasi internasional yang bersifat independen dan transparan untuk menelusuri dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam peristiwa ini.
Mereka juga mendesak pemerintah membuka akses bagi jurnalis nasional maupun internasional, serta lembaga kemanusiaan agar dapat masuk ke wilayah konflik. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan perlindungan warga sipil sekaligus memperlancar distribusi bantuan.
Sorotan terhadap Penangkapan Warga
Selain isu operasi militer, KNPB juga menyoroti adanya penangkapan terhadap warga sipil. Mereka meminta agar penangkapan dihentikan serta mendesak pembebasan sejumlah warga yang disebut ditahan di Distrik Beoga Timur.
Seruan ini menjadi bagian dari tuntutan yang diajukan KNPB untuk merespons situasi yang terjadi di wilayah Papua Tengah.
Situasi keamanan di Papua, khususnya di Kabupaten Puncak, masih menjadi perhatian berbagai pihak. Hingga kini, perkembangan terkait peristiwa tersebut masih terus dinantikan, termasuk klarifikasi dari pihak berwenang dan langkah lanjutan yang akan diambil pemerintah.