
Seputar Indonesia Timur — Seperti dilaporkan, operasi pengamanan yang dilakukan TNI di wilayah Papua kembali membuahkan hasil. Hasil dari patroli aparat yang berlangsung selama beberapa hari, mereka berhasil menemukan lokasi yang diduga menjadi markas sementara kelompok bersenjata OPM di wilayah Nduga.
Penemuan tersebut dilakukan oleh Satgas Koops TNI Habema usai menerima laporan dari masyarakat dan melakukan penyisiran intensif sejak 13 hingga 15 April 2026. Lokasi yang ditemukan berada di Distrik Nduga, Kabupaten Nduga, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan konflik.
Berdasarkan keterangan dari Kapen Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, markas tersebut diduga digunakan kelompok yang dipimpin oleh Army Kogoya dan Wariambo Wandikbo.
Diketahui, markas itu bersifat sementara dan digunakan sebagai titik aktivitas kelompok di wilayah tersebut. Penemuan ini dinilai penting dalam upaya memetakan pergerakan kelompok bersenjata di kawasan Papua Pegunungan.
Senjata dan Amunisi Diamankan
Dalam operasinya, aparat menemukan berbagai jenis senjata dan amunisi yang diduga dipakai oleh kelompok tersebut. Barang bukti yang diamankan yakni satu pucuk pistol revolver kaliber .38 special serta empat senapan angin.
Tak hanya itu, petugas juga menyita beberapa amunisi dari berbagai jenis kaliber, termasuk peluru 9 mm, munisi GLM 40 mm, serta peluru kaliber 5,56 mm. Selain itu, magazen untuk senjata jenis AK dan HK juga ditemukan di lokasi.
Ada pula sekitar 50 butir peluru untuk senapan angin turut diamankan sebagai bagian dari barang bukti yang ditemukan di area tersebut.
Temuan Peralatan Pendukung
Selain persenjataan, petugas juga menemukan sejumlah perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok. Di antaranya terdapat bendera Bintang Kejora, senjata tajam seperti parang dan kapak, serta alat komunikasi berupa handy talky dan telepon genggam.
Peralatan tambahan seperti teropong, busur panah, hingga panel surya juga ditemukan di lokasi. Keberadaan perlengkapan ini menunjukkan bahwa markas tersebut digunakan untuk aktivitas yang cukup intens dalam jangka waktu tertentu.
Operasi patroli yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, khususnya daerah yang memiliki potensi konflik tinggi.
Menurut Wirya, kegiatan ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata serta memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pendekatan Humanis Tetap Dikedepankan
Walaupun melakukan operasi keamanan, TNI menegaskan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tindakan di lapangan. Profesionalisme prajurit menjadi salah satu prinsip utama dalam menjalankan tugas.
Hingga saat ini, situasi di Distrik Nduga dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Aparat juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tetap stabil.
Keberhasilan menemukan markas ini menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keamanan wilayah Papua Pegunungan. Namun, upaya tersebut tidak berhenti sampai di sini.
TNI disebut akan terus melakukan patroli rutin dan pendekatan persuasif untuk menciptakan situasi yang kondusif, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.