Korban Tewas Kerusuhan Dogiyai Papua Terkubur Tak Layak

Seputar Indonesia Timur – Kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah telah menyebabkan seorang pria bernama Ikbal meninggal dunia. Pihak kepolisian juga mengungkapkan jika jenazah korban itu ditemukan terkubur secara tidak layak.

“Mayat saudara Ikbal kami temukan di dalam tanah dengan kondisi terkubur secara tak layak,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, pada Selasa (15/11).

Kamal menjelaskan, bahwa pihaknya menerima informasi jika awalnya para pelaku menyerang para pekerja Jalan CV Mandiri Papua dan Fajar Mustika di Dogiyai.

Setelah itu, polisi pun turun melakukan evakuasi terhadap lima pekerja. Diketahui, kelima pekerja tersebut masing-masing bernama M Nasir (34), Alif Padang (48), Randa (37), Lukman (21) dan Willy (35).

“Pencarian itu berhasil menemukan 5 pekerja,” jelasnya.

Kamal melanjutkan, pihaknya menerima kabar jika ada seorang korban yang terkubur. Korban yang bernama Ikbal tersebut akhirnya dievakuasi aparat sebab mayatnya terkubur secara tak layak.

“Kami mengetahui hal tersebut (mayat terkubur) juga atas informasi yang diberikan oleh Simon Petrus Pikey,” katanya.

Lebih lanjut, Kamal mengatakan, khusus untuk korban yang bernama Lukman dan Willy berhasil selamat usai dibawa oleh anggota DPRD Simon Petrus Pikey ke Polres Dogiyai.

Dikabarkan, sebelum keduanya diantar ke Polres, mereka bersusah payah untuk menghindari amukan massa.

Lukman dan Willy diketahui sempat kabur ke gereja bersama dengan dua rekannya yang sesama pekerja. Akan tetapi, karena massa mengikuti, seorang pendeta pun lantas membantu mereka sembunyi di tengah kebun.

“Namun karena adanya informasi bahwa massa akan ke gereja, seorang pendeta menyembunyikan mereka di tengah kebun. Akan tetapi ada 2 temannya yang terpisah dari mereka,” terangnya.

Usai memastikan situasi mulai kondusif dan aman, Lukman dan Willy berlari ke arah Gunung Ugapua dan kembali bersembunyi. Kemudian, keduanya bertemu dengan seorang guru yang membawa mereka ke seorang anggota DPRD bernama Simon Petrus untuk selanjutnya diantar ke Polres Dogiyai.

“Lukman diketahui mengalami kondisi luka bacok dan mengalami patah tulang pada tangannya akibat dilukai oleh salah seorang oknum masyarakat. Sedangkan Willy hingga kini masih mengalami trauma,” tuturnya.

Awal kerusuhan

Kerusuhan yang terjadi ini dipicu oleh insiden sebuah truk yang menabrak Noldi Goo, yakni balita berusia lima tahun hingga meninggal dunia, pada Sabtu (12/11). Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Karena hal tersebut, warga pun kemudian marah dan melakukan aksi pembakaran. Awalnya, mereka membakar dua truk, termasuk truk yang menabrak korban. Akan tetapi, warga juga membakar sekitar 82 rumah petak dan enam kantor, yakni kantor BKD, Inspektorat Daerah, Dukcapil, Dinas Lingkungan Hidup, BPMK, dan Kantor Keuangan.