
Seputar Indonesia Timur — Karena alasan keamanan, Amerika Serikat (AS) melarang warga negaranya bepergian ke Indonesia, khususnya di Papua.
Pada akhir April lalu, Departemen Luar Negeri AS menyebut, Indonesia telah diklasifikasikan dengan Peringatan Perjalanan Level 2 atau “Berhati-hatilah Lebih Banyak” sebab adanya peningkatan risiko terorisme dan bencana alam.
Akan tetapi, beberapa wilayah di Indonesia diberi label dengan tingkat peringatan perjalanan tertinggi, yakni pada Peringatan Level 4 atau “Jangan Bepergian.”
Mereka disarankan untuk menghindari Papua Tengah, Papua Pegunungan, khususnya Jayawijaya, yang ada di Papua Dataran Tinggi, dan Nabire, Timika, serta Mimika, yang berada di Papua Tengah.
“Di Papua Tengah dan Papua Pegunungan, demonstrasi dan konflik yang disertai kekerasan bisa mengakibatkan cedera atau kematian bagi warga negara AS,” tulis situs web Departemen Luar Negeri.
“Hindari demonstrasi dan kerumunan. Separatis bersenjata dapat menculik warga negara asing.”
Melansir dari People, kewaspadaan ini dimulai pada Februari 2025 lalu ketika mahasiswa di seluruh Indonesia melakukan protes menentang beberapa kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, pelancong juga diperingatkan bahwa pemerintah AS hanya memiliki kemampuan terbatas untuk membantu warga negara dalam keadaan darurat. Pasalnya, pejabat pemerintah harus memiliki otoritas khusus sebelum berkunjung ke daerah seperti Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Indonesia sendiri sudah menjadi tempat favorit para pelancong Amerika yang menyukai perpaduan unik antara keindahan, budaya, dan beragam pengalaman. Akan tetapi, menurut Travel and Tour World, walau menarik bagi para wisatawan, kerusuhan politik dan sosial yang terjadi baru-baru ini menyebabkan industri pariwisata menjadi tidak stabil.
Travel Warning ke Papua Nugini
Tak hanya itu, sehari sebelum himbauan perjalanan untuk Indonesia dikeluarkan, Departemen Luar Negeri memberikan pengumuman bahwa negara tetangga Indonesia, Papua Nugini, menerima imbauan Tingkat 3 “Pertimbangkan Kembali Perjalanan”.
Papua Nugini sendiri berbatasan dengan Indonesia di sebelah timur.
Berdasarkan Departemen Luar Negeri, para pelancong disarankan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan mereka dikarenakan kejahatan, kerusuhan sipil, dan pembajakan.
“Tingkatkan kewaspadaan karena penculikan, persenjataan yang belum meledak, ketersediaan layanan kesehatan yang tidak konsisten, dan potensi bencana alam.”