Mengenal 2 Sosok Pemimpin KKB Paling Bahaya di Papua

Seputar Indonesia Timur – Keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di sejumlah kawasan pegunungan tengah Papua, terus membuat resah warga. Pasalnya, aksi mereka sering kali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.

Setidaknya, ada beberapa kabupaten yang sampai saat ini masih rawan dari aksi KKB. Kabupaten tersebut seperti Puncak, Yahukimo, Nduga dan Intan Jaya.

Pemerintah pun kemudian membentuk Satgas Nemangkawi untuk menangani KKB pada 2018. Mereka juga telah melakukan pemetaan kekuatan kelompok-kelompok yang umumnya memiliki persenjataan modern tersebut.

Satgas Nemangkawi telah memetakan lima kelompok besar KKB dengan para pemimpinnya. Kelompok tersebut yakni, Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, Jhony Botak, Demianus Magai Yogi dan Sabinus Waker.

Setidaknya ada dua nama kelompok yang dianggap paling berbahaya, kelompok Egianus dan Lekagak.

“Kelompok Egianus ini anak muda semua, kalau kelompok Lekagak strukturnya lengkap,” ujar Kepala Satgas Penegakan Hukum (Gakum) Nemangkawi, Kombes Faisal Ramadhani.

Egianus Kogoya

Sosok Egianus Kogoya

Masih belum diketahui pasti berapa usia Egianus Kogoya. Namun dia diperkirakan masih muda dengan usia 20-an tahun.

Kelompok Egianus sendiri beroperasi di Kabupaten Nduga dengan lokasi yang kerap didatangi kelompok tersebut adalah Distrik Mbua, Mapanduma dan Keneyam.

Egianus Kogoya adalah anak dari Silas Kogoya yang juga merupakan tokoh gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kini telah meninggal dunia.

Jika KKB lain sering mendapat suplai senjata dari oknum-oknum tertentu, namun Eginaus Kogoya tidak pernah terdeteksi melakukan jual beli senjata api. Persenjataan kelompoknya didapat dari hasil rampasan aparat keamanan.

“Kalau Egianus memang dia maju di depan, dia senjatanya makin banyak karena dia banyak merebut senjata, kelompok ini jarang terdengar membeli,” kata Faisal.

Senjata api yang biasanya dibawa oleh kelompok Egianus adalah Minimi yang mampu menembak secara otomatis dengan kecepatan hingga 1.000 butir peluru per menit.

Senjata ini juga digunakan Egianus Kogoya ketika kelompolnya menghadang rombongan TNI di Danau Habema pada 23 Agustus 2018. Karena kelompok inilah dua anggota TNI gugur.

Faisal sendiri mengakui jika sosok Egianus sulit ditangkap atau dilumpuhkan, karena ia sangat menguasai geografis daerahnya. Kelompok tersebut tidak pernah keluar dari Kabupaten Nduga.

Lekagak Telenggen

Sosok Lekagak Telenggen

Jika Egianus Kogoya yang masih sangat muda, Lekagak Telenggen yang terkenal sebagai pemimpin KKB Yambi, Kabupaten Puncak, diperkirakan sudah cukup berumur.

Faisal mengatakan, kelebihan Lekagak adalah kelompoknya lebih terstruktur atau bisa dikatakan Lekagak memiliki pengetahuan lebih tentang organisasi dan militerisme.

Saat ini Lekagak menjadi salah satu orang paling dicari aparat keamanan. Lekagak sangat sulit ditangkap karena penjagaannya berlapis.

“Beberapa kali penindakan, Lekagak lolos , dia memang dijaga, jadi kalau kami lakukan penindakan ternyata layernya banyak. Jadi, paling tidak 3 KM di depan dia sudah punya pengintai yang siap mengamankan Lekagak,” kata Faisal.

Perbedaan Lekagak dengan Egianus Kogoya

Yang membedakan sosok Lekagak dengan Egianus Kogoya adalah aksinya. Lekagak tidak pernah terlihat terlibat langsung dalam aksi kriminal bersenjata di Kabupaten Puncak, sedangkan Egianus turun langsung dengan kelompoknya saat melakukan aksi.

Diketahui pada 2019, Lekagak Telenggen menjadi inisiator berkumpulnya beberapa KKB dari berbagai kabupaten untuk melakukan aksi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, area operasional PT Freeport Indonesia. Mereka pun diperkirakan memegang sekitar 70 senjata api berbagai jenis.