Operasi SAR Digelar Cari Penyelam Tradisional yang Hilang di Yapen

Seputar Indonesia Timur — Aktivitas mencari ikan di malam hari berujung petaka di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Seorang penyelam tradisional bernama Karlos Risyard Heipon (40) dilaporkan hilang di Perairan Pantai Hawa Berotabui, setelah diduga kelelahan saat menyelam di laut lepas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Korban saat itu melaut bersama adiknya menggunakan metode penyelaman tradisional untuk mencari ikan.

Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, menjelaskan bahwa korban diduga mengalami kelelahan fisik setelah cukup lama berada di dalam air. Dalam kondisi tersebut, korban meminta adiknya kembali ke darat untuk mengambil alat bantu apung.

Namun, ketika sang adik kembali ke titik penyelaman, korban sudah tidak terlihat di permukaan laut.

“Saat itu korban bersama adiknya menyelam untuk mencari ikan. Karena terlalu lama dan diduga kelelahan, korban tenggelam,” ujar Kundori dalam keterangan pers, Senin (26/1/2026).

Pencarian Mandiri Warga Tak Membuahkan Hasil

Sejak Sabtu (24/1), keluarga korban bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Karena korban tidak ditemukan, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Biak,” kata Kundori.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue SAR Biak langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian. Fokus utama pencarian dilakukan di koordinat terakhir korban terlihat.

Untuk memaksimalkan operasi, tim SAR dibekali peralatan selam guna menyisir area bawah laut di sekitar pesisir Pantai Hawa Berotabui.

“Pencarian difokuskan pada area pesisir dan titik koordinat kejadian dengan metode penyisiran permukaan dan bawah air,” jelas Kundori.

Proses pencarian tidak berjalan mudah. Kondisi gelombang laut setinggi sekitar dua meter sempat menghambat pergerakan tim menuju lokasi.

“Gelombang tinggi menjadi kendala awal, namun kondisi cuaca terus kami pantau demi keselamatan seluruh personel SAR,” pungkasnya.

Hingga Senin (26/1/2026), operasi pencarian masih terus berlangsung, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan tim di lapangan.