
Seputar Indonesia Timur — Hingga saat ini, pencarian terhadap mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni Iptu Tomi Samuel Marbun masih terus dilakukan.
Diketahui, bahwa dalam proses pencarian ini juga diwarnai dengan aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ke rombongan tim pencarian Iptu Tomi.
Melansir dari detikSulsel, Senin (28/4/2025), Kepala Komnas HAM perwakilan Papua Frits Ramandey juga menjadi korban penembakan yang dilakukan KKB. Peristiwa tersebut terjadi saat Frits berada di Kali Rawara, Kampung Meyah Lama, Distrik Moskona Barat, Teluk Bintuni pada Minggu (27/4), sekitar pukul 07.10 WIT, lokasi di mana Iptu Tomi diduga hanyut.
“Tepat pukul 07.10 WIT, kami ditembak oleh kelompok KKB dari jarak sebelah kali (Rawara),” ungkap Frits.
Frits sendiri diketahui juga terlibat dalam operasi pencarian Iptu Tomi, mewakili Komnas HAM. Dia bersama dengan aparat kepolisian sudah ada di lokasi dan mendirikan camp semenjak Rabu (23/4).
“Jadi sebagai kepala Komnas HAM kami diundang untuk menghadiri proses pencarian dan rekonstruksi hilangnya Iptu Tomi Marbun,” ujarnya.
Di hari penembakan terjadi, Frits sempat turun ke sungai untuk mandi, cuci, kakus (MCK). Saat itu dia didampingi oleh 4 personel kepolisian. Dan mereka semua ditembak saat hendak turun ke sungai.
Frits menjelaskan bahwa pelaku melepaskan tembakan dari seberang Kali Rawara. Aparat yang ada di lokasi kejadian juga melepaskan tembakan balasan ke arah pelaku.
“Mereka menembak kami 4 kali, tapi kemudian Brimob yang ada di sekitar melakukan penembakan perlindungan sehingga kami bisa menyelamatkan diri di camp di mana kami singgah,” jelasnya.
Akibat penembakan tersebut, Frits memastikan tidak ada korban luka maupun jiwa. Keempat personel kepolisian yang mendampinginya turun ke sungai juga tidak terkena tembakan.