
Seputar Indonesia Timur – Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diminta untuk mengurungkan niat mereka menempuh jalan perang di Papua. Polisi pun mengajak mereka untuk sama-sama menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih.
Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan mengatakan, pihaknya akan membantu proses perundingan juka hal tersebut diinginkan oleh kelompok separatis tersebut.
“Harapan saya, tindakan saudara-saudara saya yang tergabung dalam KKB Intan Jaya, tetap kalian sadar bahwa tindakan kalian tidak menyelesaikan persoalan yang kalian inginkan. Perang berakibat dendam dan sakit hati jadinya,” kata Sandi dalam rekaman video, Selasa (2/11).
Sandi mengungkapkan, semua tindakan yang dilakukan oleh kelompok ini sudah sangat jauh dan merupakan tindakan pidana sehingga memiliki konsekuensi hukum. Terlebih lagi, tindakan mereka juga banyak memakan korban jiwa.
Ia pun meminta KKB untuk bisa bersama-sama menjaga situasi keamanan di Papua yang selama ini sudah damai.
“Berharap bisa mengevaluasi kembali situasi yang sudah damai di Kabupaten Intan Jaya ini dari bulan Februari sampai Oktober. Kita jaga sama-sama,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan, polisi akan melakukan tindakan yang tegas bila kelompok tersebut tidak mau menempuh jalur diplomasi dan terus mengganggu keamanan di wilayah Papua.
“Dengan terpaksa saya lakukan tindakan tegas,” tegasnya.
Perang di Intan Jaya Papua
Sebelumnya, Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), menyatakan bahwa perang terjadi di wilayah Papua. Mereka mengungkapkan situasi tersebut kembali intens terjadi di wilayah Intan Jaya, Papua sejak 24 Oktober 2021 lalu.
Sebby Sambom selaku Juru Bicara TPNPB-OPM, mengatakan situasi perang tersebut sering terjadi dan membuat masyarakat sipil mengungsi keluar dari kampung halamannya.
“Dalam hal ini komandan yang memimpin perang yaitu Undius Kogeya, melaporkan bahwa perang Pembebasan Nasional bangsa Papua untuk lawan pasukan teroris yaitu TNI Polri telah kembali dibuka di Intan Jaya,” katanya.
Sementara itu, polisi mencatat setidaknya ada 5.859 orang yang mengungsi pasca kontak senjata pecah di kawasan Bandara Bilorai, Jumat (29/10) yang lalu.
Kemudian pada 29 Oktober, kontak senjata fan aksi pembakaran bangunan berlangsung alot sekitar dua jam lamanya. Kondisi menjadi kondusif saat personel gabungan TNI-Polri kembali ke Polsek Sugapa pada pukul 17.05 WIT.
Menurut catatan kepolisian, kerugian materiil dalam aksi pembakaran tersebut meliputi satu bangunan rumah, gudang, mobil tangki air dan ambulans yang terbakar.
Sebelum aksi tersebut pun, kontak senjata sudah terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (26/10). Dalam kontak senjata tersebut seorang bayi bawah lima tahun (balita) meninggal dunia disebabkan terkena peluru.