Pesan Kepala DPPAD Papua Pada KKB yang Menembak Guru Honorer

Christian Sohilait Minta Guru Tidak Terlibat Politik Praktis - Nokenlive - Berita Papua Terkini

Seputar Indonesia Timur – Dunia pendidikan kini tengah berduka, khususnya di Provinsi Papua. Hal ini disebabkan karena seorang guru Sekolah Dasar (SD) Inpres Beoga, Oktovianus Rayo, dan guru matematika Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Beoga, Yonatan Randen, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kedua guru tersebut ditembak di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua oleh anggota KKB. KKB pun dikecam oleh sejumlah pihak karena penembakan yang dilakukan tersebut.

Tidak terkecuali, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait.

Dia sangat mengutuk keras perbuatan para KKB itu. Tak lupa dia juga menyampaikan pesan kepada para pelaku penembakan.

“Guru-guru yang kalian bunuh itu mau menyelamatkan anak-anak kalian dari kebodohan,” kata Sohilait.

Dua Guru Asal Toraja Utara Meninggal Ditembak di Papua - Suara Sulsel

Perlu diketahui jika Oktovianus dan Yonatan ditembak pada waktu yang berbeda. Oktovianus ditembak pada Kamis (8/4/2021) dan Yonatan pada Jumat (9/4/2021). Sebenarnya, tidak banyak guru yang mau ditempatkan di Beoga karena letak secara geografis dan sarana infrastruktur yang minim di Beoga.

Belum lagi, Beoga berada di ketinggian 3.500 meter dari permukaan laut.

Sohilait juga menjelaskan mengenai tuduhan KKB yang menyebutkan jika Oktovianus adalah mata-mata aparat keamanan. Dia beranggapan tuduhan tersebut sangat keji.

“Mereka berdua itu guru-guru honorer, jadi tidak mungkin ada guru saya dengan situasi begitu mau mempertaruhkan nyawanya dengan membawa-bawa senjata, saya pikir itu tidak benar, jangan mengalihkan opini setelah kalian menghilangkan orang punya nyawa,” kata Sohilait.

Bukan hanya itu, ia juga mengatakan jika masih ada tujuh guru yang berada di Beoga.

“Kemarin (10/4/2021) yang sudah dievakuasi tiga guru dan dua keluarganya. Masih ada tujuh guru di Beoga, tapi dalam perkembangannya mereka bisa ukur-ukur sendiri apa mereka mau dievakuasi atau tetap di Beoga,” kata Sohilait.

Sebelumnya diberitakan KKB menembak Oktovianus Rayo yang sedang menjaga kios di rumahnya di Kampung Julugoma pada Kamis, sekitar pukul 09.30 WIT.

Oktovianus tewas karena dua luka tembak di rusuk kanan.

Sedangkan Yonathan tewas tertembak pada Jumat sore karena mengalami luka tembak di bagian dada. Yonathan sendiri sempat dilarikan masyarakat ke Puskesmas Beoga, namun sayang nyawanya tak tertolong.

Kedua jenazah tersebut dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021). Evakuasi akhirnya bisa dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB untuk membiarkan pesawat masuk ke Bandara Beoga.